Hidayatullah.com– Hubungan erat ekonomi Kanada dengan Amerika Serikat dulu merupakan kekuatan tetapi sekarang merupakan kelemahan yang harus dikoreksi, kata Perdana Menteri Mark Carney.
Dalam rekaman pidato berdurasi 10 menit, Carney berbicara tentang upaya pemerintahnnya untuk memperkuat perekonomian Kanada dengan menarik investasi-investasi baru dan menandatangani kesepakatan dagang dengan negara-negara lain, lansir Associated Press Senin (20/4/2026).
“Dunia saat ini lebih berbahaya dan terpecah,” kata Carney. “AS secara mendasar telah mengubah pendekatannya dalam hubungan dagang, menaikkan tarif ke tingkat tertinggi sejak era Great Depression (Depresi Besar).”
“Banyak yang sebelumnya menjadi kekuatan kita, berdasarkan hubungan erat kita dengan Amerika, sekarang menjadi kelemahan. Kelemahan yang harus dikoreksi.”
Carney mengatakan tarif yang diberlakukan oleh Donald Trump berdampak terhadap para pekerja di sektor industri otomotif dan baja. Dia menambahkan bahwa pelaku usaha sekarang menahan diri dari berinvestasi disebabkan banyaknya ketidakpastian.
Tidak hanya itu, banyak rakyat Kanada yang marah dengan komentar-komentar Trump, terutama ketika Presiden AS itu mengatakan sebaiknya Kanada menjadi negara bagian Amerika Serikat ke-51.
Carney mengatakan akan menyampaikan kepada rakyat Kanada secara berkala tentang upaya-upaya pemerintahannya dalam mengurangi ketergangtungan Kanada terhadap AS.
“Keamanan tidak dapat dicapai dengan mengabaikan atau meremehkan ancaman-ancaman yang terlihat sangat nyata yang kita Bangsa Kanada hadapi,” tegasnya. “Saya berjanji tidak akan menutup-nutupi apa tantangan yang bangsa kita hadapi.”
Ini bukan pertama kalinya Carney, yang pernah menjabat sebagai pimpinan bank sentral, pertama di Bank of Canada dan kemudian Bank of England, berbicara tentang perubahan kekuasaan di dunia.
Dalam pidatonya bulan Januari di World Economic Forum di Davos, Swiss, dia mendapatkan banyak apresiasi karena mengecam pemaksaan ekonomi oleh negara-negara kuat terhadap negara-negara yang lebih kecil.
Pernyataannya di Davos mendapat sambutan negatif dari Trump.
“Kanada hidup karena Amerika Serikat,” kata Trump usai pidato Carney. “Ingat itu, Mark, lain kali kalau kamu bikin pernyataan.”
Sejauh ini belum ada tanggapan Gedung Putih tentang pidato Carney hari Ahad tersebut, lapor AP.
Pidato terbaru Carney itu disampaikan beberapa hari setelah partainya berhasil mendulang banyak suara dalam pemilu khusus sehingga bisa membentuk pemerintahan mayoritas. Kalangan oposisi dari kubu Konservatif mendesaknya untuk segera memaparkan kebijakan Kanada terkait kesepakatan dagang dengan AS, yang termasuk dalam daftar janji kampanye Carney dalam pemilu tahun lalu.
Pengkajian ulang versi yang erlaku saat ini dari Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara antara Kanada, AS dan Meksiko dijadwalkan akan digelar bulan Juli.
Dalam pidatonya, Carney mengatakan ingin menarik investasi baru ke Kanada, melipatgandakan kapasitas energi bersih dan mengurangi hambatan perdagangan di dalam negeri. Dia juga menekankan perihal kenaikan belanja pertahanan Kanada, pengurangan pajak, serta tentang pengadaan rumah terjangkau.
“Kita harus menjaga diri kita sendiri karena kita tidak dapat bergantung kepada mitra-mitra asing,” ujarnya. “Kita kita dapat mengontrol disrupsi yang datang dari tetangga. Kita tidak dapat mengontrol masa depan kita hanya dengan berharap gangguan itu segera berhenti. Kita tidak dapat mengontrol apa yang terjadi di sini. Kita dapat membangun sebuah negara yang lebih kuat yang sanggup bertahan menghadapi gangguan dari luar,” papar Carney.
Carney menegaskan bahwa hanya berharap “Amerika Serikat nantinya akan kembali normal” bukanlah strategi yang masuk akal.
“Harapan bukanlah rencana dan nostalgia bukanlah strategi,” ujarnya.
Carney mengatakan kanada selama ini sudah menjadi tetangga yang baik bagi Amerika Serikat, yang berada di sisi AS dalam banyak konflik termasuk Afganistan dan dua kali perang dunia.
“AS sudah berubah dan kita harus tanggap,” ujarnya. “Ini soal mengambil kembali kendali atas keamanan kita, perbatasan kita dan masa depan kita,” pungkasnya.*




