Hidayatullah.com– Polisi Jerman hari Selasa (21/4/2026) membongkar jaringan penyeludupan manusia, yang menggunakan dokumen residensi pengungsi Suriah supaya bisa mendatangkan teman setanah air mereka ke Jerman.
Sekitar 1.000 petugas dikerahkan untuk menggeledah lebih dari 50 tempat kediaman dan tempat usaha di dan sekitar kota Leipzig, kata Kantor Kepolisian Federal di Halle an der Saale, seperti dilansir Euronews.
Polisi berkeyakinan jaringan itu beroperasi dengan menggunakan dokumen residensi asli yang dikeluarkan untuk pengungsi Suriah di Jerman, yang kemudian di kirim ke orang-orang di Suriah dengan penampakan fisik yang mirip.
Kebanyakan mereka yang menjadi target operasi adalah orang-orang yang diduga memperbolehkan dokumen mereka dimanfaatkan untuk aksi penipuan itu.
Polisi mengatakan sejumlah barang bukti disita petugas selama operasi penggerebekan, di antaranya sejumlah ponsel, dokumen residensi, catatan pemesanan tiket pesawat, dan sedikitnya uang tunai €93.000.
Selain itu, petugas juga menemukan indikasi pelanggaran berkaitan dengan narkoba dan bahan peledak, serta bukti-bukti yang menunjukkan sebagian tersangka memiliki hubungan dengan organisasi kriminal.
Empat puluh empat tersangka menjalani proses identifikasi resmi. Banyak dari kasus dugaan penipuan tersebut diidentifikasi oleh “penasihat dokumen dan visa” dari kepolisian Jerman yang ditugaskan di berbagai bandara di Timur Tengah.
Sejak tahun 2024, kepolisian federal Jerman menugaskan 71 penasihat semacam itu di luar Uni Eropa untuk membantu bagian visa di kedutaan dan konsulat Jerman, serta maskapai penerbangan di berbagai bandara internasional.
Jerman merupakan negara Uni Eropa dengan jumlah diaspora Suriah terbanyak yaitu mencapai lebih dari 1 juta. Banyak di antara mereka tiba semasa puncak arus migran 2015-2016.
Kanselir Friedrich Merz bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa pada bulan Maret dan mengatakan kedua pemimpin itu menginginkan 80% pendatang Suriah di Jerman kembali ke tanah air mereka.
Setelah pertemuan dengan al-Sharaa di Berlin, Merz mengatakan kedua negara akan bekerja sama untuk memungkinkan lebih banyak lagi orang Suriah pulang ke kampung halamannya. Delapan dari 10 pendatang Suriah di Jerman diupayakan untuk dipulangkan dalam kurun tiga tahun ke depan.*




