Hidayatullah.com– Juru bicara parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang belum lama ini menjadi kepala negosiator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, mendapatkan tugas untuk mengawasi hubungan dengan China, lapor media Iran hari Ahad (17/5/2026).
“Mohammad Bagher Qalibaf belum lama ini ditunjuk sebagai perwakilan khusus Republik Islam Iran untuk urusan China,” lapor kantor berita Tasnim, mengutip” sumber-sumber yang mengetahui” tentang hal tersebut. Sejumlah media lain juga melaporkan hal yang sama, lansir AFP.
Qalibaf diberikan jabatan itu atas usulan Presiden Masoud Pezeshkian dan dengan persetujuan Ayatollah Mojtaba Khamenei, lapor Tasnim.
Dia akan mengkoordinasikan berbagai sektor hubungan antara Iran dan China, imbuhnya.
Kantor berita Fars mengatakan mendiang kepala keamanan Ali Larijani, yang tewas dalam serangan AS-Israel 17 Maret, juga memegang jabatan yang sama.
Larijani mengawal negosiasi-negosiasi dengan China yang menghasilkan kesepakatan kerja sama 25 tahun pada 2021.
Iran beberapa hari lalu mempersilahkan sejumlah kapal China untuk melewati Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran mengatakan kapal-kapal transit setelah mencapai “kesepakatan tentang protokol pengelolaan selat Iran.”*




