Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Penjajah ‘Israel’ Bentuk Unit Khusus Pantau Jurnalis Internasional

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Mei 2026 00:40 12:40 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Mei 2026 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Polisi entitas Zionis Israel telah membentuk departemen khusus di Tepi Barat yang diduduki untuk memantau jurnalis internasional yang ingin memasuki wilayah Palestina. Jurnalis yang dianggap kritis terhadap ‘Israel’ akan ditolak masuk.

Daftar isi
  • Fitnah dan Tuduhan Israel terhadap Jurnalis Internasional
  • Ketakutan ‘Israel’ terhadap Jurnalis
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Menurut laporan Haaretz pada Selasa, departemen polisi khusus tersebut bekerja sama dengan lembaga imigrasi ‘Israel’, yang ditempatkan di perbatasan internasional serta Jembatan Allenby di Tepi Barat.

Haaretz memperoleh dokumen polisi yang merinci artikel dan aktivitas media sosial oleh Alessandro Stefanelli, seorang jurnalis lepas Italia, yang telah beberapa kali memasuki ‘Israel’ dan Tepi Barat di masa lalu.

Polisi menganggap Stefanelli kritis terhadap ‘Israel’, menyebutnya sebagai “jurnalis dan fotografer yang memberikan liputan sepihak tentang Israel”.

Pada Juli tahun lalu, jurnalis Italia tersebut diberitahu bahwa visanya ke ‘Israel’ telah dicabut, dengan kedutaan ‘Israel’ di Roma tidak memberikan penjelasan mengapa visanya dibatalkan.

Baca Juga

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

Fitnah dan Tuduhan Israel terhadap Jurnalis Internasional

Meskipun begitu, Stefanelli mencoba memasuki Tepi Barat yang diduduki melalui Jembatan Allenby Yordania, yang menghubungkan wilayah Palestina dengan, tetapi juga ditolak masuk oleh Otoritas Kependudukan dan Imigrasi ‘Israel’.

Stefanelli dianggap tidak memihak ‘Israel’ karena menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan “kekerasan pemukim” dan dituduh “berhubungan dengan militan”.

“Tuduhan ini sangat menggelikan – mereka menempatkan saya dalam daftar yang sama dengan teroris,” kata Stefanelli kepada Haaretz. Ia tidak menyangka “bagaimana seorang petugas polisi di negara demokrasi dapat menulis hal-hal seperti itu.”

“Anda hanya dapat menyiapkan dokumen seperti itu jika Anda tahu beberapa hakim akan mempercayainya,” tambahnya.

Tamir Blank, pengacara Stefanelli, mengatakan kepada Haaretz bahwa “sungguh mengejutkan dan mengecewakan bahwa polisi… menginvestasikan sumber daya untuk memantau artikel jurnalistik dan membatasi kebebasan berekspresi”.

“Ini adalah satu langkah, dan langkah yang sangat singkat, menuju polisi pikiran,” kata Blank.

Polisi Israel mengatakan kepada Haaretz bahwa mereka beroperasi sesuai dengan hukum, yang “memberikan wewenang untuk mencegah warga negara asing memasuki Negara Israel jika ia, atau organisasi tempat ia bekerja, bertindak melawan Negara Israel”.

Ketakutan ‘Israel’ terhadap Jurnalis

Di Gaza, Israel juga telah mencegah media internasional memasuki wilayah tersebut sejak Oktober 2023.

Bulan lalu, Mahkamah Agung ‘Israel’ menunda untuk ke-11 kalinya sejak Oktober 2023 keputusannya tentang apakah otoritas pendudukan harus memberikan akses bebas ke wilayah tersebut, setelah negara itu tidak memberikan tanggapan.

Menurut situs berita Israel The Seventh Eye, bulan lalu Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan Reporters Without Borders (RSF) bergabung dengan petisi lama Asosiasi Pers Asing di Israel (FPA) yang menuntut akses.

Ketiga kelompok jurnalistik tersebut meminta pengadilan untuk mengizinkan jurnalis masuk ke Gaza, tetapi Noam Sohlberg, wakil presiden Mahkamah Agung, menolak untuk menyetujuinya, dan memberikan perpanjangan waktu lagi bagi negara untuk memberikan tanggapan.

Di Gaza, “Israel terlibat dalam upaya paling mematikan dan paling disengaja untuk membunuh dan membungkam jurnalis,” menurut CPJ.

“Jurnalis Palestina diancam, menjadi sasaran langsung, dan dibunuh oleh pasukan Israel, serta ditahan dan disiksa secara sewenang-wenang sebagai pembalasan atas pekerjaan mereka,” kata kelompok tersebut.

Menurut data kelompok tersebut, 263 jurnalis Palestina telah dibunuh oleh penjajah ‘Israel’ sejak Oktober 2023, sementara 174 terluka dan 107 dipenjara.

Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med menyatakan bahwa ‘Israel’ sengaja menghalangi jurnalis dan penyelidik internasional untuk menyembunyikan bukti genosida dan kejahatan perang di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok tersebut mengatakan Israel menjalankan “kebijakan sistematis” untuk menghapus bukti fisik melalui operasi lapangan dan tindakan administratif. Ini termasuk mencegah jurnalis dan komite investigasi memasuki Gaza untuk menghentikan pertanggungjawaban internasional.

Pemantau tersebut memperingatkan bahwa larangan ‘Israel’ terhadap media asing adalah bagian dari upaya institusional untuk menjaga kejahatannya “di luar pengawasan global.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaHeadlineisraelJurnalis Internasionalpalestinapers
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BDS: Pasokan Militer India ‘Banjiri’ Israel
Tulisan selanjutnya Rusia Tangkap Tokoh Muslim di Sejumlah Kota

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi

Berita
29 September 2026 18:47
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal

4 Oktober 2026 14:22
Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

4 Oktober 2026 13:54
Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

3 Oktober 2026 20:41
Berita

Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

3 Oktober 2026 20:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?