Hidayatullah.com – Sedikitnya sepuluh warga Palestina syahid dan 29 lainnya luka-luka akibat serangan ‘Israel’ di berbagai wilayah Gaza sejak Ahad pagi, menurut sumber medis, seiring Israel terus melakukan pelanggaran harian terhadap perjanjian gencatan senjata.
Empat diantaranya syahid setelah sebuah drone penjajah ‘Israel’ membom kendaraan di pusat Kota Gaza, menurut sumber medis kepada Anadolu pada Ahad (07/06/2026). Tujuh warga Palestina juga terluka akibat serangan tersebut.
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa seorang pemuda berusia 14 tahun bernama Hadeel Ayman Jundi syahid akibat luka-luka yang diderita dalam serangan ‘Israel’ di Kota Gaza pada Sabtu.
Di Gaza selatan, lima warga Palestina syahid dan 17 lainnya luka-luka dalam serangan ‘Israel’ yang menargetkan pos polisi di daerah Al-Nass di sebelah barat Khan Younis.
Di Gaza utara, sumber medis mengatakan lima warga Palestina yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Lapangan Al-Saraya setelah serangan yang dilakukan oleh angkatan laut ‘Israel’ di sebelah barat kota Beit Lahia.
Di Gaza tengah, seorang remaja Palestina yang bekerja sebagai nelayan syahid pada Ahad pagi ketika angkatan laut ‘Israel’ melepaskan tembakan senapan mesin ke arah kapal-kapal nelayan di lepas pantai Deir al-Balah, menurut sumber medis.
Sumber medis juga melaporkan bahwa jenazah dua warga Palestina dibawa ke Rumah Sakit al-Shifa di Gaza barat setelah ditemukan pada Minggu pagi dari sebuah rumah yang terkena tembakan artileri Zionis di lingkungan Zeitoun di tenggara Kota Gaza pada hari Sabtu.
Genosida ‘Israel’ terus Berlanjut
Serangan-serangan ini terjadi ketika ‘Israel’ terus meningkatkan agresinya terhadap Gaza meskipun berlangsungnya perundingan di Kairo untuk menyelesaikan fase pertama perjanjian gencatan senjata dan membahas mekanisme serta pengaturan untuk beralih ke fase kedua.
Pada bulan September, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana 20 poin yang menguraikan poin-poin gencatan senjata yang mencakup pembebasan tawanan ‘Israel’, penarikan pasukan Zionis dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional, bersamaan dengan seruan agar Hamas melucuti senjata.
Fase pertama perjanjian gencatan senjata mencakup gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara ‘Israel’ dan faksi-faksi Palestina. Namun, sumber-sumber Palestina mengatakan Israel terus melanggar perjanjian tersebut hampir setiap hari.
Di bawah fase kedua, ‘Israel’ diharapkan untuk melakukan penarikan lebih lanjut dari wilayah tersebut, sementara pasukan stabilisasi internasional akan mengambil alih tanggung jawab keamanan, termasuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan bahan-bahan rekonstruksi.
Genosida yang dilakukan ‘Israel’ di Gaza sejak Oktober 2023 telah membunuh hampir 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut data Palestina.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, tentara Israel telah membunuh setidaknya 961 warga Palestina dan melukai lebih dari 3.000 lainnya dalam serangan yang hampir setiap hari terjadi, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.*




