Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2026 17:15 5:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juni 2026 17:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, menilai kasus hukum yang menjerat pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) harus dijadikan momentum untuk memperbaiki tata kelola kelembagaan sekaligus memperkuat integritas para pengelolanya.

Menurut Buya Amirsyah, langkah pembenahan sistem di tubuh BGN sangat penting dilakukan pasca-munculnya dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya Lodewyk Pusung. Namun, perbaikan sistem saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan perbaikan mentalitas para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan.

“Sebagus apapun sistem yang dibangun, jika pengelolanya tidak memiliki integritas, kapasitas, dan akuntabilitas, maka tujuan program yang baik pun akan sulit tercapai,” ujar Buya Amirsyah di Jakarta, Senin (08/6/2026).

Ia menegaskan, momentum penegakan hukum ini perlu dijadikan pelajaran berharga bagi Presiden Prabowo Subianto Dalam memilih figur-figur baru yang benar-benar teruji dari sisi integritas dan kompetensi untuk memimpin lembaga strategis tersebut.

Buya Amirsyah mendorong penguatan sistem tata kelola berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), yaitu tata kelola yang mengatur dan mengendalikan hubungan antar pemangku kepentingan secara transparan, profesional, dan akuntabel. Meski demikian, ia kembali menekankan bahwa keberhasilan sistem sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.

Baca Juga

BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

“Maka pengelola harus memiliki integritas, kapasitas, dan akuntabilitas sehingga seluruh jajaran BGN benar-benar teruji,” katanya.

MUI, lanjutnya, sangat menyayangkan terjadinya moral hazard atau penyimpangan di lembaga yang mengemban misi strategis dalam mendukung program Astacita Presiden, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak bangsa.

Menurut Buya Amirsyah, layanan gizi merupakan sektor yang menuntut standar moralitas tinggi karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Selain harus memenuhi aspek kehalalan, layanan tersebut juga harus menjamin higienitas dan lingkungan yang sehat.

“Terlebih layanan gizi ini menuntut standar moralitas yang tinggi karena harus memenuhi syarat kehalalan, higienitas, dan lingkungan yang baik,” ujarnya.

Meski demikian, MUI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengajak masyarakat tetap optimistis terhadap masa depan program pemenuhan gizi nasional. Buya Amirsyah meyakini Indonesia masih memiliki banyak putra-putri terbaik yang jujur, kompeten, dan siap mengabdi untuk kepentingan bangsa.

“Anak-anak Indonesia yang energik, termasuk yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, banyak yang memiliki kapasitas dan integritas yang baik. Saya yakin dan optimistis BGN dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

MUI juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan penguatan tata kelola pemerintahan. Di saat yang sama, masyarakat bersama DPR diharapkan menjalankan fungsi kontrol dan check and balances agar pengelolaan program strategis negara tetap berada pada jalurnya.

Buya Amirsyah menilai perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kebutuhan mendesak agar pelaksanaannya tidak dimonopoli oleh kelompok tertentu. Program tersebut harus dikembalikan sebagai ruang pemberdayaan rakyat yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat bawah, mengingat anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat dan diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat.

Ia berharap kepemimpinan baru di BGN nantinya mampu menghadirkan tata kelola yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel sehingga lembaga tersebut dapat segera bangkit dan fokus menjalankan mandatnya dalam mengawal tumbuh kembang generasi Indonesia.

“Dengan kepemimpinan yang mengedepankan integritas, kapasitas, dan akuntabilitas, BGN diharapkan mampu mengawal lahirnya generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, serta kuat secara fisik maupun mental. Karena itu, tata kelola yang transparan dan akuntabel sesuai prinsip GCG harus menjadi prioritas,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Gizi NasionalBuya Amirsyah TambunanMajelis Ulama IndonesiaMBG
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
Tulisan selanjutnya Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
  • Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap
  • Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’

8 Juni 2026 09:20
Eurovision
Berita

Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

6 Juni 2026 11:02
Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

5 Juni 2026 18:57
Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

5 Juni 2026 14:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?