Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2026 13:09 1:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2026 13:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Industri kosmetik di Indonesia didorong tidak hanya mengejar pertumbuhan pasar, tetapi juga memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan keamanan, mutu, regulasi, dan kehalalan. Kesiapan tersebut menjadi semakin penting menjelang pemberlakuan Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.

Dorongan itu mengemuka dalam seminar “Strategi Sertifikasi Halal & Notifikasi BPOM Kosmetik Impor untuk Memenuhi Regulasi Indonesia” yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik (LPPOM) bersama Balai Besar POM di Jakarta di Orchardz Hotel Industri Kemayoran, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Seminar tersebut diikuti pelaku industri kosmetik, importir, pemilik merek (brand owner), distributor, serta praktisi Regulatory Affairs dan Quality Assurance. Forum membahas berbagai aspek yang perlu dipersiapkan pelaku usaha, khususnya untuk memastikan produk kosmetik impor dapat memenuhi persyaratan regulasi BPOM sekaligus sertifikasi halal.

Indonesia menjadi salah satu pasar potensial bagi industri kosmetik. Dengan jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa, nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai USD9,74 miliar atau lebih dari Rp170 triliun.

Besarnya potensi pasar tersebut, kata para pembicara, perlu diikuti kesiapan industri dalam memenuhi ketentuan yang berlaku sejak tahap sebelum produk diedarkan.

Baca Juga

pemberontak houthi
‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Jakarta, Jefetta Pradeko Putra mengatakan pelaku usaha perlu memahami sejak awal berbagai persyaratan notifikasi kosmetik, kelengkapan dokumen, kesesuaian label dan informasi produk, hingga penggunaan klaim kosmetik.

“Persiapan yang baik sejak awal menjadi penting untuk meminimalkan revisi dalam proses notifikasi sekaligus mengurangi risiko ketidakpatuhan ketika produk beredar di Indonesia,” ujar Jefetta.

Dari sisi halal, Dr. Priyo Wahyudi, Laboratory Expert LPPOM, menjelaskan bahwa persiapan sertifikasi halal kosmetik impor idealnya sudah dilakukan sejak produk masih berada di negara asal.

Persiapan tersebut antara lain mencakup identifikasi bahan-bahan kritis, ketersediaan dokumen halal dari pemasok, ketertelusuran rantai pasok, proses dan fasilitas produksi, serta penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Priyo juga menjelaskan pentingnya dukungan pengujian laboratorium dalam aspek keamanan maupun pembuktian klaim produk kosmetik. Dengan demikian, pemenuhan regulasi tidak hanya dilakukan ketika produk akan masuk ke pasar Indonesia, tetapi telah dipersiapkan sejak rantai produksi dan pasok.

Direktur LPPOM Provinsi DKI Jakarta, drg. H. Deden Edi Sutrisna, MM, mengatakan potensi pasar kosmetik Indonesia harus dibarengi dengan kepatuhan industri terhadap regulasi yang semakin berkembang, termasuk ketentuan jaminan produk halal.

Menurutnya, sertifikasi halal dan kepatuhan terhadap ketentuan BPOM perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban administratif.

“Produk kosmetik tidak cukup hanya berkualitas dan memiliki brand yang kuat, tetapi juga harus aman, memenuhi regulasi, dan terjamin kehalalannya. Sertifikasi halal dan kepatuhan terhadap BPOM bukan hambatan, tetapi bagian dari strategi bisnis untuk membangun kepercayaan konsumen,” ujar Deden.

Ia menambahkan, kolaborasi antara LPPOM Jakarta dan Balai Besar POM di Jakarta diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami sekaligus mempersiapkan aspek regulasi BPOM dan halal secara lebih terencana.

Terlebih bagi produk kosmetik impor, persiapan sejak awal dinilai dapat membantu pelaku usaha mengantisipasi berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum produk memasuki pasar Indonesia.

“Pada akhirnya, industri kosmetik bukan hanya menjual produk, tetapi juga membangun kualitas, keamanan, kehalalan, dan kepercayaan konsumen,” pungkas Deden.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BPOMgaya hidup halalIndustri Kosmetiklppom
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pemberontak houthi ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon

Berita
11 September 2026 21:50
Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’
Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang

Terbaru

  • LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”

16 September 2026 10:29
Berita

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga

15 September 2026 21:07
Berita

Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah

15 September 2026 20:34
Berita

Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak

15 September 2026 20:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?