Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Advertorial

Ulama Deklarasikan Gerakan Satu Bantu Satu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2020 07:58 7:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2020 07:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Dampak sosial dan ekonomi dari Covid-19 di Indonesia terus meluas. Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meredam dampak sosial ekonomi dari pandemi tersebut.

Setelah sebelumnya meluncurkan program bersama dengan Pemprov DKI Jakarta, ACT bersama para ulama mendeklarasikan gerakan “Satu Bantu Satu” (05/05/2020).

Gerakan ini merupakan gerakan peduli sesama untuk mengatasi dampak luas Covid-19 di masyarakat.

Laporan dari Pemprov DKI Jakarta menunjukkan selama tiga bulan terakhir ini, semakin banyak orang yang semula tidak masuk dalam daftar warga tidak mampu kemudian menjadi bagian dari daftar warga tidak mampu.

Hal ini menjadi alasan kuat ACT terus berkolaborasi melalui berbagai program unggulan yang ada.

Baca Juga

Buat Avatar Profil Kartun Unik dari Foto Anda
Pengaruh Desain Pedang Tiongkok terhadap Gaya Pedang Demon Slayer
BMH Bersama Impact Dampingi Pemberdayaan Perempuan Eks-Baduy Kembangkan Kerajinan Koja di Lebak
Apa yang Ramadan Ingatkan Kita tentang Strategi Trading Jangka Panjang
Panduan Lengkap Mengonversi PNG ke JPG dengan Mudah dan Efisien

Gerakan “Satu Bantu Satu” dapat menjadi salah satu solusi besar berwujud gerakan kepedulian untuk mengatasi dampak Covid-19, seperti krisis pangan.

“Satu Bantu Satu” bermakna individu bisa bantu individu yang lain, satu negara bisa bantu negara yang lain, satu keluarga bisa bantu keluarga yang lain.

Lebih lanjut, bulan Ramadhan menjadi satu momentum besar untuk mendorong kolaborasi berbagai elemen bangsa bersama para ulama di Indonesia.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar mengatakan dalam konferensi pers bahwa gerakan ini menjadi spirit baru untuk bersama-sama selamatkan bangsa.

“Alhamdulillah hari ini kita bertambah spirit baru, bersama ulama selamatkan bangsa, mengingat banyak masalah kemiskinan yang bertambah saat ini. Gerakan ‘Satu Bantu Satu’ hadir supaya tidak ada satu pun yang tidak memiliki makanan di kondisi yang sedang susah ini. Karena melalui gerakan ini, setiap satu orang bantu satu orang lainnya. ACT akan mendukung dan mengawal penuh gerakan ini dan melibatkan seluruh elemen bangsa tanpa memandang SARA,” ungkapnya.

Gerakan “Satu Bantu Satu” yang diinisiasi oleh para ulama juga dilandasi oleh satu hikmah besar dari hijrahnya Muslimin dari Makkah ke Madinah. Kaum Muhajirin yang pergi tak membawa harta, jumlah mereka sebanding dengan kaum Anshar yang menyambut mereka dengan suka cita.
Hal ini diperkuat oleh Ustadz Haikal Hasan yang menyatakan bahwa satu langkah kita bisa membantu satu saudara yang kesusahan.

“Alhamdulillah gerakan “Satu Bantu Satu” direspons baik oleh ACT. Hal ini didasari fakta, jumlah 260 juta penduduk, 220 juta masyarakat Indonesia dalam keadaan mampu dengan jumlah 40 juta di bawah garis kemiskinan.

Seharusnya, bisa saling membantu bisa mengentaskan problem kemiskinan yang ada. Program ini tidak melihat SARA.

Apabila ini bisa diterapkan dengan maksimal maka tidak ada lagi orang miskin, karena satu orang bantu satu. InsyaAllah gerakan ini dapat menjadi gerakan nasional tanpa memandang suku atau etnis apapun, insyaAllah kita bisa mengatasi kemiskinan bersama,” ungkap Ustadz Haikal.

Gerakan ini menyampaikan secara detail bahwa satu kesempatan dapat melompatkan kebaikan. Melalui satu jiwa manusia yang diselamatkan, senilai menyelamatkan seluruh umat manusia di mata Tuhan Yang Maha Esa.

Ustadz Amir Faishol Fath pun menyampaikan dukungannya, “Mari semua ulama di Indonesia, mari bergabung bersama-sama kita bersatu, semoga semua ini berkah. Mari selamatkan bangsa,” ajaknya.

Ketua Divisi Penyaluran Bantuan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 MUI Ustadz Khairan Muhammad Arif, juga menyampaikan dukungannya dalam peluncuran gerakan “Satu Bantu Satu” sebagai bagian dari gerakan dalam memaksimalkan sedekah di bulan Ramadan.
“Jika memang mau menghilangkan dampak Covid-19 sebenarnya bisa melalui sedekah. Hal ini telah banyak disampaikan dalam riwayat hadits. Sedekah itu mencegah wabah, bencana dan bala. Kita pun diberikan kesempatan di bulan Ramadan ini, semua pintu surga dibukakan. Sedekah menjadi salah satu jalan masuk surga terlebih di bulan Ramadhan, mari kita mendukung gerakan ini supaya kita bisa memaksimalkan sedekah di bulan Ramadhan,” ungkapnya.

Acara deklarasi gerakan ini dihadiri berbagai ulama lainnya pula seperti, Ustadz Bobby Herwibowo, Ustadz Fadlan Garamatan, serta petinggi ulama lainnya. Momentum Ramadhan ini menjadi waktu  istimewa, dalam memaksimalkan amal kebaikan untuk tidak disia-siakan.

Para ulama berkumpul, berharap agar melalui pendekatan spiritual, semakin tinggi solidaritas yang akan hadir di tengah masyarakat selama pandemi Covid-19 ini. Mari dukung  gerakan “Satu Bantu Satu”, Bersama para Ulama Selamatkan bangsa.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ACTcovid-19RamadhanRamadhan 1441H/2020MSolidaritasulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Satgas Covid-19 MUI Sudah Salurkan 3.000 Paket Bantuan
Tulisan selanjutnya Petugas BMH “Keciduk” Cegat Penjual Bubur Siang Bolong Saat Puasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Advertorial

Mengoptimalkan Kreativitas Digital dengan Video AI dan Buat Logo yang Profesional

12 Februari 2026 16:35
Advertorial

Revolusi Kreatif: Bagaimana Alat Online dan Teknologi Cerdas Mengubah Dunia Pengeditan Video

12 Februari 2026 15:35
Advertorial

Cara Buat Logo Animasi Menggunakan Online Video Editor

2 Februari 2026 16:32
Advertorial

Panduan Langkah demi Langkah: PNG ke JPG untuk Editing Video AI

2 Februari 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?