Hidayatullah.com– Beberapa tahun terakhir ini, pembicaraan mengenai thibbun nabawi (pengobatan ala Nabi) baik dalam tataran konsep maupun praktik semakin populer. Walaupun begitu, forum-forum pembicaraan thibbun nabawi ini bisa dikatakan belum terlalu banyak.
Persoalan itulah yang menjadi landasan Dewan Kemakmuran Masjid Ulul Abshor, sebagai Lembaga Dakwah Kampus Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat menyelenggarakan acara “Seminar Thibbun Nabawi & Pengobatan Gratis”. Acara yang digelar pada Selasa (21/05/2013) ini menghadirkan Pimpinan Rumah Sehat Amanah Natural Healing Lilis Yuniar Alhajam, Akp, sebagai narasumber tunggal.
Dalam kesempatan ini, Lilis menceritakan pengalaman hidupnya, bagaimana dirinya yang awalnya tidak mengenal sampai mengenal apa yang namanya thibbun nabawi.
“Urusan kesehatan itu bukan hanya urusan ahli atau tenaga kesehatan saja, akan tetapi urusan kita semua, karena saya sendiri bukan lulusan dari kesehatan,” jelas ibu dua anak ini.
Lilis sempat menjadi pengajar di Malaysia ini, juga menceritakan tentang salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus. Kemudian lewat wasilah pengobatan thibbun nabawi anaknya bisa sembuh.
“Bahkan setelah sembuh, anak saya memiliki IQ di atas rata-rata,” tuturnya.
Pada intinya, mengajak para hadirin untuk mengikuti pola hidup Rasulullah SAW.
“Semua penyakit itu asalnya dari diri kita sendiri,” tegasnya.
Ketua DKM Ulul Abshor Rahadian Luthfy Ayubi, dalam sambutannya mengungkapkan, acara seminar dan pengobatan gratis kali ini bukanlah yang pertama kali diselenggarakan. Pada tahun sebelumnya juga dilaksanakan seminar dan pengobatan gratis.
“Bedanya, tahun kemarin pengobatan gratis dengan metode pengobatan umum, sekarang menggunakan metode nabawi,” katanya.
Pria yang akrab dipanggil Luthfy ini melanjutkan, setidaknya ada dua alasan diadakannya acara ini. Pertama, ikut berpartisipasi mewacanakan dan mensosialisasikan ide mengenai thibbun nabawi.
“Kedua, sebagai DKM sebagai organisasi kemahasiswaan bukan hanya sekedar membicarakan teori-teori di kelas saja, akan tetapi bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Acara seminar dan pengobatan gratis ini cukup diapresiasi dan disambut dengan baik oleh para peserta. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, staff dan tata usaha, serta masyarakat umum.
Berdasarkan catatan panitia, peserta yang ikut diterapi menggunakan metode lintah dan bekam mencapai 57 orang.
Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh tim nasyid dari DKM Ulul Abshor yang membawakan dua buah lagu dari Edcoustic, Sebiru Hari Ini dan Menjadi Diriku. Juga dihibur musikalisasi puisi oleh Hari dan Azizah yang membacakan dua buah puisi dari Taufik Ismail yang berjudul “Membaca Tanda-Tanda”, dan puisi dari Helvy Tiana Rosa yang berjudul “Mahanazi”.
Acara yang dimulai dari jam 09.00 WIB ini berakhir tepat sebelum adzan Magrib berkumandang.* Kiriman Adi Permana Sidik/Anggota Majelis Syuro DKM Ulul Abshor