Hidayatullah.com–Memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke-90, PCI NU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) -Pakistan menyelenggarakan serangkaian kegiatan selama satu bulan.
Acara meliputi; seminar, orientasi ke NU-an, Bahtsul Masail al-Diniyyah, Pertandingan Futsal, Bazar Kuliner Nusantara, dan Wisata Religi yang dimulai hari Ahad, (28-2-2016).
Dalam acara pembukaan, Ketua Tanfidziyyah, Zulfikri Hasibuan menyerahkan kue kepada Mustasyar, Rois Syuriah dan segenap Pengurus baik Tanfidziyyah dan Banom.
Dalam sambutannya, Zulfikri Hasibuan mengajak kepada seluruh warga Nahdliyin di Pakistan untuk memahami secara baik pedoman serta arah perjuangan Nahdlatul Ulama yang telah digariskan oleh para ulama terdahulu.
“Mengingat kembali ideologi dan khittah NU saat ini sangat penting di tengah bermunculannya gerakan serta aliran keislaman yang berkembang baik dari dalam maupun luar Indonesia,” ujarnya.
Sementara dalam sesi orientasi ke-NU-an yang disampaikan oleh Mustasyar Muladi Mughni, ditegaskan mengenai urgensi memahami tujuan dibentuknya Jam’iyyah NU oleh para pendahulu dan kewajiban generasi sekarang untuk merawat dan membesarkannya.
Ia menjelaskan bahwa dalam logo NU tertera peta Indonesia yang berada di dalam lingkup peta dunia, hal tersebut bermakna bahwa NU didirikan di bumi Indonesia melalui eksperimen keislamanan Nusantara untuk dapat ditransformasikan ke seluruh dunia.
Dalam sesi seminar tentang “Menyikapi Penyebaran Paham Syi’ah, Liberal dan Wahabi” yang disampaikan oleh H. Syamsul Hadi, mahasiswa Pascasarjana International Islamic University Islamabad ia menjelaskan bagaimana sepatutnya sikap Nahdiyyin Pakistan dalam menghadapi penyebaran paham Syiah, wahabi dan liberalisme di Indonesia.
Lebih jauh ia mengajak siap bersaing baik secara pemikiran maupun kekuatan dalam menyebarkan ajaran Islam berpaham Ahlus Sunah Wal Jama’ah dalam segala bidang.
“Kita harus menghidupkan syariah sekaligus syiar Islam, serta senantiasa membentengi pengikut Aswaja dengan bekal ilmu yang luas, agar terjaga dan tidak terjerumus kepada akidah yang sesat,” ujar Syamsul berpesan.
Acara orientasi dan seminar berlangsung lancar dan meriah, dihadiri oleh seluruh warga Nahdliyin di Pakistan.
Acara ditutup dngan dengan photo bersama, pembacaan doa oleh Rais Syuriah PCI-NU Pakistan, dan dilanjutkan dengan ramah tamah.
Peringatan Harlah NU ke-90 yang diselenggarakan PCINU Pakistan ini merupakan wadah dakwah untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada segenap masyarakat Indonesia di Pakistan guna mensyiarkan agama Islam yang menjadi trademark NU.
Untuk melengkapi kegiatan Harlah NU ke-90, pada minggu depan akan diselenggarakan Bahtsul Masail yang diawali dengan Istighasah dan Tahlil, kemudian pada minggu selanjutnya adalah kompetisi Futsal plus Bazar Kuliner Nusantara dan ditutup dengan Wisata Religi.*/kiriman Yayah F. Afandi