Hidayatullah.com–Membendung bahaya aliran-aliran sesat tidak cukup bermodal fatwa atau menerbitkan buku. Namun masyarakat harus pula mensosialisasikan kesesatan kepada masyarakat.
Sebab banyak aliran-aliran keagamaan menyesatkan termasuk Syi’ah di Indonesia sudah tersusun secara sistemik dan mampu menyusup masuk kedalam seluruh lini kehidupan. Entah dalam ranah politik, ekonomi, pendidikan, birokrasi, atau bahkan kedalam tubuh ormas Islam itu sendiri.
“Sebagai umat Islam kita sepakat salah satu strategi untuk menghadapi aliran Syi’ah adalah bersatu membangun ukhuwah Islamiyah serta jangan saling melemahkan antara ormas Islam satu dengan lainnya,” demikian disampaikan pengamat masalah Syiah, Dr. Mohammad Baharun, S.H, M.H (Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia Pusat), hari Ahad (25/05/2014) lalu dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Mujahidin Perak Surabaya.
Kajian bertema “Persatuan Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalam Membentengi Kesesatan Aliran Syi’ah” ini juga mengundang dua pemateri lain, yakni Ustad Yusuf Ustman Baisah, Lc (Ketua Umum Perhimpunan Dewan Pimpinan Pusat al-Irsyad) dan Habib Ahmad bin Zain Al Kaaf (Ketua bidang Organisasi Yayasan al-Baiyyinah).
Acara yang berlangsung di ruang utama masjid Mujahidin itu berlangsung semarak dan serius.
Dr. Moh. Baharun menyatakan jika Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Indonesia hancur maka NKRI akan lebih hancur lagi sebab di negeri ini adalah tempat berkumpulnya Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
“Hindari dan buang jauh-jauh egoism beragama dalam tubuh ormas Islam karena itu sangat berbahaya,” tegasnya.
Sementara itu Yusuf Ustman Baisah, Lc mengatakan Ahlus Sunnah di Indonesia sudah agak terlambat, karena kaum Syi’ah sudah melangkah lebih jauh.
“Syi’ah memiliki agenda tersembunyi untuk mengembalikan imperium Persia Raya. Sehingga jangan mudah percaya sejarah versi Syi’ah karena mereka ingin mengagung-agungkan Persia,” tambahnya.
Sementara itu Habib Ahmad bin Zain al-Kaaf mengatakan, untuk menjaga tegaknya NKRI, aparat hukum, ulama dan pemerintah tidak lagi mengambil sikap diam dan harus tegas dalam menyikapi kesesatan aliran Syi’ah, yang ia sebut saat ini menjadi ancaman Indonesia.
Ia mengingatkan pemerintah atas berbagai kasus kekerasan di Iran, Pakistan, Suriah, Bahrain dsb.
“Syi’ah adalah ajaran yang meresahkan di Indonesia,” tegas Ketua Front Anti Aliran Sesat Jawa Timur itu.
Ia menegaskan, Ahlus Sunnah tidak bisa menjalin dengan aliran Syi’ah karena jelas adanya perbedaan masalah furu’ (cabang) dan ushul (pokok).*/kiriman Achmad Fazeri (Surabaya)