Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Muhammadiyah: NKRI Anak Kandung Umat Islam Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Januari 2017 10:42 10:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Januari 2017 10:40
Bagikan
Fahmi Salim, MA, dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah saat mengisi ceramah di Masjid Jami Padang Luar Agam dalam kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah Spirit 212 di Bukittinggi
Bagikan

Hidayatullah.com–Dipolisikannya bendera merah putih yang bertuliskan Kalimat Tauhid membuat prihatin para ulama dan umat Islam. Pasalnya, ada ketimpangan dan ketidakadilan dalam perlakuan di depan hukum.

“Tokoh-tokoh ulama seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kiai Wahid Hasyim, Kasman Singodimejo, Mohammad Natsir, Hamka dan lain-lain, selalu berupaya keras membingkai Pancasila dalam semangat Tauhid Islam agar tidak keluar jalur dasar agama sebagai kompensasi dihapusnya tujuh kata dari Piagam Jakarta, 22 Juni 1945. Hal itulah yang menjamin penerimaan kaum muslimin terhadap eksistensi Pancasila dan negara bangsa bernama NKRI ini,” jelas Fahmi Salim, MA,  dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah saat mengisi ceramah di Masjid Jami Padang Luar Agam dalam kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah Spirit 212 belum lama ini.

Dalam acara ini,  Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat  ini menyayangkan sikap pihak aparat. Menurutnya, Bendera Merah Putih yang bertuliskan Kalimat Tauhid  bukanlah pelecehan dan atau ancaman makar dari sebagian kecil umat Islam.

Muhammadiyah: Penistaan Agama Menyebabkan Suasana Kebangsaan Menjadi Keruh

Dalam tinjauan ilmu lambang dan semiotika, tulisan itu memiliki tujuan dan makna simbolis agar merah putih, NKRI dan negara bangsa yang besar ini kembali kepada fitrah Tauhid-nya seperti yang sejak awal digagas dan ditanamkan oleh para tokoh ulama pendiri NKRI.

Menurutnya, tulisan Tauhid dalam bendera merah putih bukanlah tindakan kriminal. Namun ia adalah suatu simbol nasehat dan peringatan agar elit negara ini beserta seluruh stake holders NKRI untuk menghormati ruh Islam dalam berbangsa dan bernegara yang kini mulai ditinggalkan dan bahkan dimusuhi oleh oknum tertentu.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Umat Islam Indonesia sebagai orang tua kandung NKRI akan tetap selalu membimbing dan mendoakan kebaikan bagi anak kandungnya yaitu NKRI siang malam dengan terus menerus berdakwah amar makruf nahi munkar, meluruskan kiblat bangsa yang mulai menyimpang dari haluan Tauhid. Sebagai orang tua kandung yang melahirkan anak NKRI tetap menyayangi dan menjaga nama baik anaknya meskipun sang anak akibat ulah segelintir oknum ingin dipisahkan dan dijauhkan dari pelukan cinta dan doa tulus orang tua kandungnya,” lanjutnya.

Muhammadiyah: Pidato Megawati Ahistoris dan Berbahaya bagi NKRI

Ia mengeskan, sekali lagi tidak boleh ada satupun pihak yang meragukan loyalitas umat Islam terhadap persatuan NKRI.

“Tidak boleh ada satupun pihak yang menghalalkan segala cara untuk memisahkan sang anak NKRI dari orang tua kandungnya yaitu umat Islam Indonesia, tidak boleh lagi ada yang menistakan apalagi meminggirkan umat Islam Indonesia dari ikhtiyar memperbaiki dan meluruskan kiblat bangsa agar tidak jatuh ke pangkuan komunisme, liberalisme, radikalisme dan otoritarianisme sekuler,” ujarnya.

Masalahnya, mengapa ada perbedaan perlakuan dengan para fans Band Metallica yang manggung di Jakarta yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, juga foto fan Iwan Fals dan organ OI-nya, LSM Oase Syiah, dan Bendera Merah Putih yang dirobek serta dibakar oleh gerakan separatis OPM.

“Mengapa ketika itu Kepolisian diam bungkam dan tidak memperkarakannya? Lalu kenapa ketika bertuliskan Tauhid langsung diperkarakan?”.*/kiriman Siraj el-Manadhy

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bendera merah putihbendera tauhidgerakan subuh berjamaahkalimat TauhidMuhammadiyahpancasilapiagam Jakartaspirit 212
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Saksi Sidang Ketujuh Diperkirakan juga Paparkan Fakta Ahok Menista Agama
Tulisan selanjutnya Pemuda Muhammadiyah Rilis Penelitian Praktek Rente Jabatan di Birokrasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?