Hidayatullah.com–Sebuah desa terpencil di ujung Kabupaten Ponorogo mendapat julukan kurang enak, ‘Kampung Idiot’.
Untuk mencapai daerah ini, masyarakat harus melalui terjalnya bebatuan, jurang dan jalan berliku. Mayoritas warga berlalu lalang hanya sebagai petani garapan sawah karena banyak anggota kelurga yang memiliki keterbelakangan mental.
Sementara sumber daya alam di tempat ini sangat minim, mengakibatkan pengaruh pada standar gizi mereka.
Bertepatan dengan momentum Idul Adha 1435 H, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) daerah Ponorogo mengadakan penyaluran hewan qurban kesejumlah kecamatan yang ada di Ponorogo.
Ada lima kecamatan yang menjadi sasaran KAMMI; Kecamatan Ngebel, Kecamatan Pulung, Kecamatan Sawoo, Kecamatan Balong, dan Kecamatan Sampung. Ada dua puluh lima (25) domba dan satu(1) ekor sapi yang telah disalurkan oleh KAMMI Daerah Ponorogo.
Dengan mengangkat tema, “KAMMI Berkorban Untukmu Negeri” organisasi mahasiswa ini menggandeng Yayasan Al-Furqon yang bergerak di bidang sosial untuk bersinergi.
Desa Sidowayah yang menjadi lokasi baksos ini adalah daerah terisolir kerena lokasinya yang jauh dari kota. Meski demikian.
Pekurban pun belum tentu ada, masyarakatpun jarang bisa mengakses bantuan dari pemerintah. Akses jalan yang membuat mereka enggan pergi ke mana-mana dan lebih memilih menikmati keadaan. Inilah yang menjadi alasan KAMMI mengadakan bakti social di tempat ini.*/kiriman Mahendra Setya Hantoro, anggota KAMMI Ponorogo