Hidayatullah.com–Bertempat di Aula TK Lantai 2 Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2015kelas perdana kuliah perdana Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Fatahillah, Jakarta, kembali digelar.
Acara diikuti sekitar 50 peserta lebih, dari 84 peserta yang terdaftar. Para peserta cukup beragam, baik dari kalangan mahasiswa maupun ada juga yang sudah bekerja.
Pada kuliah perdana ini, dua materi utama disajikan, yaitu “Ghazwul Fikri” dan “The Worldview of Islam”. Materi pertama memberi gambaran umum pada peserta tentang perang pemikiran, baik tentang pengertian maupun modus dari perang tersebut. Sedangkan pada materi kedua, pemateri memberi pemaparan tentang Worldview Islam, yaitu cara pandang Islam yang seharusnya dipakai oleh setiap muslim untuk memahami setiap fenomena yang ada disekitarnya.
Pada sesi kedua, Akmal Sjafril, M.Pd.I selaku pemateri memaparkan bahwa Islam memiliki cara pandang yang unik yang membedakan antara umat Islam dengan umat lain dalam memandang sesuatu. Keunikan tersebut terutama terletak pada keterkaitan dengan Allah Subhanahu Wata’ala dalam setiap as pek kehidupan.
“Perbedaan ini sangat mendasar dan memiliki pengaruh yang besar dalam pemikiran dan pandangan muslim, yang pada akhirnya akan memperlihatkan perbedaan yang jelas antara yang Muslim dan yang kafir,” ujarnya.
SPI angkatan ketiga untuk wilayah Jakarta ini diselenggarakan atas kerja sama SPI Fatahillah dengan YISC Al-Azhar. Dengan jadwal kuliah dwipekanan, kegiatan ini direncanakan akan berlangsung sampai dengan tanggal 7 November 2015.
“Penyampaian materinya lugas dan tegas. Sesuai ekspektasi, mengkaji isu terkini dan memberikan solusinya. Harapannya, para peserta dan pengajar SPI dapat bekerja sama menyampaikan ke masyarakat tentang bahaya ghazwul fikri yang sangat mempengaruhi worldview Muslim di Indonesia,” demikian komentar Laura Aliva AB, salah seorang peserta kuliah yang juga merupakan aktivis YILead serta pengurus MTHS.*/kiriman Iqbal Firmansyah