Hidayatullah.com–Bertempat di Aula Prasmanan, Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Forum Silaturahim Pemuda Hidayatullah el-Fatah mengadakan kegiatan Musyawarah el-Fatah II (Kamis, 20 Safar 1437/4 Des 2015).
Dalam sambutan, Ketua Umum el-Fatah Muslihuddin, Syahrul mengutip kisah Nabi Zakaria Alaihi as-salam (As) yang meratap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala memohon keturunan atau generasi.
Menurut Muslihuddin, kegelisahan tersebut tak lain karena anak atau kader yang didambakan sebagai pelanjut pembawa risalah belum kunjung tiba hingga masa tuanya.
Untuk itu sepantasnya, lanjut Muslihuddin, putra-putra yang terlahir di bumi dakwah Gunung Tembak merasa rugi jika tidak mewarisi perjuangan para orang tua mereka yang notabene adalah dai-dai tangguh dalam berdakwah.
“Mereka yang ditakdirkan terlahir dari rahim dai pejuang, patut merasa durhaka sekiranya tidak meneruskan dakwah atau memperjuangkan apa yang diperjuangkan orang tua dahulu,” ungkap Muslihuddin semangat.
Para orang tua dahulu, lanjut Muslihuddin, sudah berhijrah meninggalkan segala yang dipunyai untuk datang ke kampus Gunung Tembak.
“Mereka telah memberikan teladan pengorbanan, bukan sekedar datang mencari kehidupan. Sebab nyatanya di masa itu pesantren masih sangat minim fasilitas, bahkan lebih terkesan hidup menderita,” tegas Muslihuddin.
Musyawarah el-Fatah II mengusung tema “Menuju generasi ideologis yang progresif dan terpimpin”. Diharapkan, dengan adanya musyawarah forum silaturahim, para kader yang disebut sebagai generasi biologis bisa terantar menuju generasi ideologis. Sebuah generasi yang tak hanya terikat karena pertalian darah semata. Tapi juga karena ikatan pemahaman yang satu, hidup untuk dakwah dan menegakkan agama.
Sebagaimana progresif dimaksudkan agar para pemuda Hidayatullah kian maju dan tetap terpimpin dalam memperjuangkan dakwah Islam.
Acara diikuti oleh 100 orang peserta dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Zainuddin Musaddad, Ketua Departemen Pengkaderan Pengurus Pusat (PP) Hidayatullah Sholeh Usman, dan Ketua Umum PP Hidayatullah Nashirul Haq, LC, MA.
Menurut Nashirul, generasi muda di lembaga dakwah Hidayatullah, terlebih sebagai putra biologis dari para juru dakwah Hidayatullah tentu memiliki peluang besar untuk berkiprah lebih baik lagi
Untuk itu Nashirul berharap setiap pemuda el-Fatah hendaknya mengambil peran maksimal dalam berkontribusi di lembaga dakwah Hidayatullah.
“Nama el-Fatah berarti kumpulan para pejuang muda, penakluk kota-kota besar dengan dakwah dan ajaran Islam,” papar Nashirul menerangkan.
“El-Fatah adalah nama jaminan bagi berlanjutnya dakwah dan perjuangan generasi terdahulu,” imbuhnya.
Dalam kesempatan sama, Ketua Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Hidayatullah juga memberikan penguatan kepada peserta musyawarah el-Fatah. Ibarat seutas tali, energi berdakwah menegakkan agama akan senatiasa ada di tengah umat Islam.
“Ia tidak bisa putus. Hanya terkadang butuh penyesuaian irama atau nada perjuangan seiring zaman yang terus berkembang,” ungkap Zainuddin.
Adapun riak dalam menjalani dakwah, masih menurut Zainuddin, adalah sesuatu yang lumrah terjadi dalam tahap pembinaan kader muda.
“Jika ada yang belum puas dengan keadaan saat ini maka itulah bentuk idealisme generasi muda,” ucap Zainuddin tersenyum.
Terakhir, Muslihuddin mewakili seluruh Forum Silaturahim Pemuda Hidayatullah, memohon kepada seluruh guru dan sesepuh Hidayatullah senantiasa mendoakan mereka sebagai generasi pelanjut dakwah dan perjuangan.
“Mohon jangan tinggalkan kami dalam perjuangan ini, semoga kami bisa menjadi generasi yang diberkahi dengan al-Qur’an,” Pungkas Muslihuddin berharap.*/Masykur Abu Jaulah