Hidayatullah.com– Senin, 15 Ramadhan 1437 (20/06/2016), warga Karang Bugis, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kedatangan Imam Masjid Al-Aqsha, Syaikh Ahmad Ibrahim Daoud Sholeh Amer.
Syaikh Ahmad memberikan tausiyah di salah satu masjid Karang Bugis sekaligus sebagai menjadi imam shalat shubuh. Hadir sebagai penerjemah, Jihad Amrullah dari Sahabat Al-Aqsha. Acara ini dihadiri oleh para pelajar dan masyarakat sekitar.
Sang syaikh mengawali tausiyahnya dengan bersyukur kepada Allah atas kemuliaan yang diberikan kepada kaum Muslimin berupa Masjid Al-Aqsha.
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: janganlah kamu melakukan perjalanan kecuali menuju tiga tempat; Masjidil Haram; Masjid Nabawi; Masjid Al- Aqsha,” kata Ahmad Ibrahim.
Ia mengingatkan bahwa dari dulu hingga saat ini, Masjid Al-Aqsha masih menerima berbagai bentuk kedzaliman dari kaum Yahudi.
“Orang-orang Yahudi melarang saudara-saudara kita untuk melaksanakan shalat di dalamnya. Mereka memeranginya, mengeluarkannya, dan menyiksanya. Bahkan, lebih buruk dan lebih parah daripada itu. Mereka menggali lubang di sekelilingnya (Al-Aqsha) hingga hampir roboh,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, seluruh kaum Muslimin di dunia wajib menjaga kesucian dan kemuliaan Palestina, serta menolong saudara-saudara yang berjuang di sana. Sebab, kemuliaan Palestina bukan hanya milik orang-orang Palestina, tetapi milik seluruh umat Islam.
“Maka, kewajiban kita terhadap tempat suci ini, juga kepada saudara-saudara kita, kaum Muslimin, yaitu berjuang dan memberikan pembelaan, serta memberikan pertolongan kepada mereka,” ulasnya.
Hal itu diperkuat dengan fakta-fakta penderitaan kaum Muslimin di Palestina.
Di penghujung acara, pengurus takmir masjid menggalang dana untuk Palestina dari para jamaah. Mereka pun sangat antusias dalam memberikan donasi.
Dari kalangan pelajar ikut berpartisipasi, kendati pun uang yang dimiliki tidak banyak.
Misalnya Baharuddin, pelajar MA Raadhiyatan Mardhiyyah Putra Balikpapan. Dia tidak ingin melepaskan momen itu untuk membantu saudara-saudaranya di Palestina. Meski uang yang dimilikinya hanya sebesar Rp 10.000.
“Kalau saya tidak bisa membantu dengan tenaga, minimal saya bantu dengan harta. Meskipun tidak seberapa, tapi, semoga ini bisa bermanfaat untuk mereka,” katanya bersemangat.
Dana yang berhasil dikumpulkan saat itu mencapai Rp 6.000.000 lebih, ditambah 1 real.
Pada acara itu, para jamaah juga menyaksikan beberapa video tentang keadaan Suriah dan Palestina terkini. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk shalat di Masjid Al-Aqsha. Amin!* Kiriman Ahmad Naufal Asyraf, pegiat komunitas menulis PENA Balikpapan