Hidayatullah.com—Empat hari usai musibah banjir bandang di Garut Jawa Barat yang terjadi Selasa (20/09/2016), AQL Islamic Center hari Sabtu (24/09/2016) menghelat aksi kemanusiaan yang dikemas dalam bingkai Tabligh Akbar bertema, “Garut Bangkit Bersama Umat”.
Acara ini diinisiasi oleh Pimpinan Arrahman Qur’an Learning Islamic Centre (AQLIC), KH. Bachtiar Nasir, Lc. MM bekerjasama dengan Yayasan Ash Shilah Alkhairiyah.
Aksi kongkrit yang dilakukan tim AQL di lapangan ialah bekerjasama dengan lembaga lain untuk membersikan rumah serta memberi bantuan primer yang dibutuhkan masyarakat seperti: alat kebersihan, beras, pakaian dan lain sebagainya.
Acara ini terselenggara dengan tertib di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Jln. Cibodas Kaum, Ds. Banjarsari, Kec. Bayongbong, Kab. Garut.
Tepat pukul 14.30 dalam momen tablig akbar ini, Sekjen MIUMI ini menyampaian poin-poin penting sebagai empati sekaligus penguatan ruhani bagi warga yang terdampak banjir bandang. Menurut beliau, musibah yang terjadi adalah kekuasaan Allah subhanahu wata’ala. Karenanya harus dihadapi dengan tabah dan sabar.
Sebagai solusi ketika menghadapi musibah, beliau menjelaskan Surah Nuh ayat: 10-12. Intinya, hadapilah setiap musibah dengan istighfar (memohon ampun) kepada Allah. Pada ayat tersebut, dengann solusi istighfar ternyata mampu memecahkan tigs problem sekaligus.
Uniknya, ketika dibaca Surah Nuh tersebut, ternyata ibu-ibu dan bapak-bapak banyak yang telah menghafalnya. Rupanya, rahasianya karena sejak kecil mereka sudah terbiasa menghafal dan mengaji di surau. Ada juga yang menjelaskan bahwa surah Nuh dibaca oleh masyarakat ketika meminta hujan.
“Demi Allah solusi dari ayat ini lebih berharga nilainya daripada gunung emas atau bantuan dari pusat,” ujar Bahtiar.
Menyitir kisah Hasan Basri yang ditanya tiga orang berbeda mengenai masalah kemandulan, paceklik, kemiskinan, ternyata hanya dijawab dengan satu solusi, yaitu: istighfar.
Dalam petuahnya ustadz yang dikenal dengan sebutan UBN ini juga menguatkan hati mereka yang sudah kehilangan rumah dan keluarga.
Menurutnya, apa yang dilakukan AQLIC adalah sebagai perwujudan kecil dari ungkapan, “Barangsiapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka ia bukan dari golongan mereka.”
Tak kalah penting dari itu, sebagai manifestasi dari hadits nabi yang intinya adalah bahwa muslim yang satu dengan lainnya adalah saudara yang saling menguatkan satu sama lain. Bila anggota badan yang satu sakit demam misalnya, maka yang anggota yang lain pun turut merasakan sakit.
Dengan aksi peduli umat ini, besar harapan AQL beserta krunya, agar masyarakat yang tertimpa musibah segera bangkit dan menjadi semakin lebih baik. Bukan hanya itu, yang tidak kalah penting ‘virus positif’ ini bisa diteladani oleh lembaga-lembaga lain sehingga kebaikan bisa tersebar luas.
Menjelang akhir acara, Wakil Gubernur Garut diberikesempatan untuk menyampaikan sambutannya.
Pada pukul 15.45, acara beliau tutup kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian bantuan secara sombolis.*/kiriman Mahmud Budi S