Hidayahtullah.com—Penting bagi umat Islam untuk mewaspadai bahaya kesesatan di sekitarnya. Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam kajian bulanan yang dilaksanakan di Masjid Al Irsyad Surabaya.
“Kesesatan itu perlu kita tahu, perlu kita kenal dan wajib hukumnya bagi kita untuk membantahnya. Karena ini bagian dari mempertahankan akidah yang benar,” ujar penulis buku ‘Tafsir Sesat’ dan ‘Kritik Terhadap Studi Al-Qur’an Kaum Liberal’ ini Jumat sore (22/12/2017).
Fahmi Salim menjelaskan, cara kita untuk mengobati kesesatan itu dengan ilmu dan ketaqwaan kita terhadap Allah Subhanahu Wata’ala.
“Untuk mengobati kesesatan itu harus dengan dua hal. Yang pertama adalah dengan ilmu yang benar dan yang kedua dengan menanmkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Karena ilmu dan taqwa inilah yang akan menjaga kita dari kesesatan,” lanjut mubaligh lulusan Universitas Al Azhar Kairo ini.
Menurutnya, melawan kesesatan juga bagian dari jihad non fisik.
“Jihad menolak aliran sesat itu lebih besar keutamaannya,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia berpesan pada jamaah Masjid Al Irsyad dan khususnya pada umat muslim bahwa umat harus memiliki keberanian intelektual dan membentengi akidah dalam memberantas kesesatan yang terjadi di sekitar.
“Kita sebagai umat mukmin harus mempunyai strategi, harus mempunyai keberanian, keberanian intelektual untuk melawan pemikiran-pemikiran sesat dan menyimpang,” tuturAnggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat periode 2010-2015 ini.
“Sudah menjadi tugas dan kewajiban kita terutama orang tua, para pendidik, para guru di lingkungan kita masing-masing untuk membentengi umat, untuk membentengi akidah kita dari bahaya munculnya aliran-aliran dan pemikiran-pemikiran sesat,“ tambahnya anggota pengurus Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat ini.*/kiriman A Abdi Fadil (Surabaya)