Hidayatullah.com- Digelar pertama kalinya secara online pada bulan November 2020 silam, Workshop #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) diselenggarakan untuk kedua kalinya pada tanggal 12-13 Desember 2020. Hal ini dikarenakan masih banyak orang yang hendak mendaftarkan diri tapi tidak tertampung pada workshop di bulan November.
“Peserta workshop memang jauh di luar ekspektasi kami. Banyak yang mendaftar dari kota-kota di luar Jawa, bahkan juga dari luar negeri. Kuota sebanyak 100 orang peserta ternyata sangat kurang,” ujar Nuriza Ashfirahani, Sekretaris ITJ Pusat.
“Peserta berasal dari seluruh Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, seluruh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagainya. Yang dari luar negeri, di bulan November ada yang berasal dari Singapura, Korea, Jepang, Jerman, bahkan Maroko. Di bulan Desember ini ada juga yang dari Mesir, Perancis, dan Arab Saudi,” papar aktivis yang biasa disapa dengan nama Riza ini.
Menurut Koordinator (Korpus) ITJ, Randy Iqbal, antusiasme masyarakat terhadap workshop yang diselenggarakan oleh ITJ ini memang merupakan sebuah fenomena yang patut dicermati. Dengan perkembangan yang terjadi di dunia kini, nampaknya masyarakat sudah banyak yang memahami besarnya ancaman bahaya pemikiran liberal.
“Sepertinya masyarakat sudah menyadari ancaman moralitas yang menghadang bangsa. Serangan liberalisme melalui gadget juga semakin gencar. Konten-konten buruk yang dapat mempengaruhi pemikiran generasi penerus ada di mana-mana,” ujar Randy lagi.
Dalam situasi ‘gawat darurat pemikiran’ seperti sekarang, mau tidak mau, umat Muslim harus mempertahankan aqidahnya sendiri. Karena itulah mereka merasa terpanggil untuk memperbaiki keadaan.
“Masyarakat yang pemikirannya masih lurus ini gerah dengan keadaan, sehingga mereka ingin turut berkontribusi. Mereka bisa memulainya dari diri dan keluarga mereka sendiri. Itulah sebabnya mereka mendaftarkan diri untuk mengikuti Workshop ITJ,” ungkap Randy lagi.
Workshop Islam Liberal 101 yang diselenggarakan oleh ITJ memang bukan hanya menawarkan pengetahuan untuk memahami bahaya Islam liberal saja. Kegiatan ini juga merupakan persyaratan bagi setiap orang untuk menjadi anggota resmi (troops) ITJ. Setelah menjadi troops ITJ, mereka bisa aktif berdakwah melalui chapter ITJ di kotanya masing-masing.*/(ITJ Media Center)