Hidayatullah.com– Kondisi Kota Palu, Sulawesi Tengah, hingga saat ini, Senin (10/10/2018), secara umum masih sangat parah. Diyakini masih banyak korban gempa-tsunami yang terjadi pada Jumat (28/09/2018) lalu yang belum ditemukan.
Mayat yang dievakuasi umumnya masih sebatas yang bisa langsung diambil alias yang tidak tertindih oleh reruntuhan.
Sementara mayat yang tertimbun diyakini jauh lebih banyak dan itu belum tersentuh. Bahkan yang sebahagian anggota tubuhnya sudah kelihatan, belum menjadi perhatian.
Baca: Gempa dan Tsunami di Palu-Donggala Sudah 11 Kali Terjadi
Belum lagi distribusi makanan, minuman, dan kebutuhan lain yang mendesak. Baik di posko-posko pengungsian maupun di tenda-tenda inisiatif masing-masing keluarga belum terdistribusi dengan baik.
Belum lagi kebutuhan BBM, baik untuk kendaraan maupun untuk mesin genset dengan berbagai keperluan, khususnya untuk memompa air bersih.
Di semua SPBU terjadi antrean panjang yang luar biasa.
Baca: Korban Gempa-Tsunami Sulteng Hampir 1.000 Orang Meninggal
Orang antre 24 jam non-stop. Yang ikut antre di pagi hari, jerigennya nanti terisi pada malam hari, itupun kalau tidak keburu habis. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi psikologis mereka.
Maka dianggap wajar bila setiap toko yang menjual bahan makanan pokok, menjadi sasaran empuk untuk penjarahan.
Kerusakan infrastruktur antara lain landmark kebanggaan Kota Palu, yakni Jembatan Kuning (Jembatan Ponulele), hancur dihantam dahsyatnya gempa dan tsunami.
Sedangkan saat malam, kondisi Palu gelap gulita.
Baca: Pesantren Kena Gempa dan Tsunami, Santri-Ustadznya Selamat
Sementara itu, salah satu titik sasaran evakuasi Tim SAR Hidayatullah hari ini -dari sekian banyak titik dari 41 anggota yang menyebar, adalah bangunan Hotel Roa Roa yang berlantai 7, yang benar-benar hancur.
Ini menjadi salah satu pilihan, sebab diyakini masih banyak korban yang terhimpit reruntuhan dalam keadaan hidup.
Menurut info yang kami dapat, ada ratusan orang yang berada dalam hotel saat gedung ini runtuh, Jumat (28/09/2018).*/ Akib Junaid, Anggota Dewan Mudzakarah DPP Hidayatullah, langsung dari Palu