Hidayatullah.com– Banjir yang melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sejak subuh Senin (21/01/2019) lalu menyebabkan banyak agenda yang dijadwalkan ulang. Salah satunya adalah agenda besar Yayasan AlBayan Makassar yang sedianya akan menggelar Reuni Akbar AlBayan 2019 pada Jumat (25/01/2019) mendatang.
Moh Arfa, salah seorang panitia yang dikonfirmasi, menyebutkan akses ke Kota Makassar yang lumpuh menjadi sebab tertundanya hajatan besar tersebut.
“Kami sudah koordinasikan ke orangtua (para pendiri AlBayan) dan arahannya seperti itu,” jelasnya.
Bahkan, menurut Arfa, sebagian panitia acara santri tersebut terlibat langsung dalam proses evakuasi korban banjir. Dan beberapa bahkan mengungsi sehingga tidak bisa fokus persiapan.
“Kalau kita paksakan, dipastikan full indoor, dan pasti tidak maksimal,” kata dia lebih lanjut.
BMKG dalam keterangan tertulisnya mengatakan intensitas hujan sangat lebat dalam dua hari terakhir menyebabkan terjadinya banjir. Akibatnya, sebagian besar Kota Makassar dan kabupaten Gowa terendam banjir. Beberapa daerah lain juga ikut terdampak banjir, seperti Maros dan Jeneponto.
Menurut BMKG, diperkirakan hingga 3 hari ke depan, curah hujan yang tinggi masih akan terus mengguyur Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Di antara daerah tersebut adalah Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Sebenarnya, menurut panitia reuni, kampus Yayasan AlBayan relatif sangat aman dari bencana banjir. Letaknya yang berada pada ketinggian dianggap aman untuk sampainya air banjir sejauh ini. Bahkan, kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar yang beralamat di Perumahan BTP tersebut selalu menjadi titik pengungsi ketika banjir datang.
“Kita di pondok aman,” jelas seorang panitia, “cuman, banyak panitia reuni yang akhirnya menjadi relawan SAR untuk membantu evakuasi.”
Info terakhir, Panitia Reuni Akbar AlBayan 2019 akhirnya menetapkan ulang tanggal reuni.
“Setelah melalui berbagai pertimbangan, reuni insya Allah akan dilaksanakan tanggal 8-10 Februari 2019,” tulis Arfa dalam keterangan resmi atas nama panitia.* Abdul Aziz/Koordinator PENA Sulsel