Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

WikiLeaks: Jaksa Amerika Menekan Saksi untuk Memberatkan Assange

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Januari 2019 06:30 6:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Januari 2019 06:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jaksa-jaksa federal Amerika Serikat berupaya menekan para saksi untuk memberikan keterangan yang memberatkan pendiri situs WikiLeaks Julian Assange. Demikian dikatakan WikiLeaks, hari Rabu (23/1/2019), berkaitan dengan apa yang disebutnya dakwaan kriminal rahasia yang dilayangkan pemerintahan Trump atas Assange.

Dilansir Reuters, WikiLeaks tidak menyebut nama-nama tertentu dalam pernyataannya. Namun, para pengacara Assange mengidentifikasi beberapa yang dihubungi jaksa dalam sebuah dokumen berisi permintaan kepada kelompok hak asasi manusia sayap dari Organization of American States agar dakwaan rahasia itu diungkap.

Reuters mendapat kutipan dokumen yang diajukan ke Inter-American Commission of Human Rights itu dan berbicara dengan salah satu orang yang disebut.

Menurut kutipan dokumen itu, salah satu orang yang dikontak oleh Kejaksaan Alexandria adalah Jacob Appelbaum, seorang pakar dan hacker berkebangsaan AS yang bermukim di Berlin.

Kepada Reuters Appelbaum mengatakan bahwa jaksa menawarkan kepadanya imunitas luas dari tuntutan hukum, tetapi dia menegaskan tidak berminat memberikan kesaksian di depan juri di pengadilan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saksi potensial lain yang dihubungi jaksa adalah David House. Dia seorang programer komputer di Massachusetts, menurut dokumen itu. House terlibat dalam pendirian sebuah kelompok untuk mendukung Chelsea Manning. House tidak dapat dihubungi oleh Reuters. American Civil Liberties Union yang mewakilinya dalam kasus yang berkaitan dengan Manning tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan Reuters.

Pemerintahan Presiden Obama menggelar penyelidikan besar-besaran terhadap Assange dan WikiLeaks setelah laman online itu mempublikasikan ribuan kabel diplomatik AS dan dokumen rahasia yang membeberkan operasi militer pimpinan AS di Afghanistan dan Iraq. WikiLeaks mendapatkan dokumen-dokumen itu dari Bradley Manning, mantan prajurit AS yang sekarang berubah gender dan nama menjadi Chelsea Manning.

Namun, pemerintahan Obama akhirnya memutuskan untuk tidak menuntut Assange dan WikiLeaks dengan dasar pertimbangan apa yang dilakukan kelompok itu terlalu mirip dengan aktivitas jurnalistik yang dilindungi oleh Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat.

Tahun lalu, sebuah dakwaan lain terhadap Julian Assange yang bersifat rahasia dilayangkan oleh kejaksaan ke pengadilan. Pihak kejaksaan mengatakan bahwa dakwaan itu merupakan kealpaan dan menolak mengkonfirmasi apakah benar-benar ada berkas perkara yang dimasukkan ke pengadilan.

Donald Trump memuji WikiLeaks dalam kampanye-kampanye pilpresnya tahun 2016 ketika website itu mengungkap borok-borok Hillary Clinton yang merupakan pesaingnya dari Partai Demokrat. Namun tak lama setelah Trump mulai menjabat, Mike Pompeo yang kala itu menjabat direktur CIA –sekarang menteri luar negeri– secara terbuka menyebut WikiLeaks layaknya organisasi musuh yang memberikan layanan intelijen untuk aktor-aktor negara seperti Rusia.

Assange, warga negara Australia, saat ini masih berlindung di Kedutaan Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, negara di mana dia dituduh melakukan tindak kriminal pemerkosaan yang pada akhirnya tuduhan itu dibatalkan. Assange menolak diekstradisi ke Swedia karena khawatir negara itu akan tunduk kepada perintah ekstradisi dari Amerika Serikat yang terus memburunya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banjir Makassar, Panitia Reuni Santri Al-Bayan Jadi Relawan SAR
Tulisan selanjutnya Fadli Kritik Pemerintah Mencla-Mencle Mengenai Ustadz Abu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?