Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Ghazwul Fikri: Perang Tak Berdarah, Tapi Mengalir dalam Darah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 September 2019 07:33 7:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 September 2019 07:33
Bagikan
Sekolah Pemikiran Islam (SPI)
Bagikan

Hidayatullah.com–“Ghazwul Fikri itu ternyata bukan sekedar perang, tapi benar-benar perang yang perlu persiapan dan perencanaan matang dalam melawan pemikiran musuh, dan cara melawannya harus dengan kata-kata yang sesuai ilmu,” tutur Nazura, salah seorang peserta Sekolah Pemikiran Islam (SPI) yang saat ini sedang menempuh ilmu di Ma’had Utsman bin Affan, Cipayung, Jakarta Timur, setelah mengikuti kuliah kedua SPI Rabu malam (04/09/2019).

Pemateri malam itu, Akmal Sjafril, menjelaskan bahwa Ghazwul Fikri bukan hanya berarti perang tanpa senjata atau perang menggunakan akal, akan tetapi di dalamnya ada elemen-elemen penting seperti konfrontasi yang terencana, punya tujuan penaklukan, dan memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki.

“Ghazwul Fikri menyerang cara berfikir kita terhadap suatu hal, masuknya bahkan begitu halus hingga umat Islam sendiri pun tidak menyadarinya,” imbuh Akmal.

Salah seorang peserta SPI yang lain, Wafda Ardhian Latansyadiena, mengatakan bahwa belajar Ghazwul Fikri merupakan suatu hal yang baru baginya. Mahasiswi S2 FKM UI ini mengatakan, “Selama ini aku hanya punya konsep (terkait ghazwul fikri) bahwa negara-negara Barat itu memanfaatkan bangsa Indonesia yang baik nan lugu. Tetapi semakin kesini agaknya lebih tepat barat menyerang Islam. Indonesia ‘kan mayoritas Islam.”

Dalam kuliah tersebut, Akmal, yang pernah mengenyam bangku kuliah di jurusan Teknik Sipil ITB ini menjelaskan bahwa ada banyak contoh Ghazwul Fikri dalam kehidupan sehari-hari, yakni dalam sektor media massa, pendidikan, dan hiburan.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Contoh paling nyata misalnya di sinetron. Ada tokoh perempuan sholihah yang tersakiti berkali-kali seolah ia tidak pernah belajar dari kesalahannya,” pungkasnya disambut gelak tawa peserta SPI. Hal ini, menurut Akmal lagi, merusak pemahaman orang terhadap keshalihan seorang muslimah.

Saat ditanya tentang contoh nyata berdasarkan pengalaman pribadi, Nazura, yang sehari-harinya menggunakan cadar, bercerita, “Aku pernah dilirik salah seorang dosen agama dari kampus swasta Islam, kesannya seolah-olah tidak suka dengan ini (penggunaan cadar).”

Lain halnya dengan Wafda yang saat ini sedang menempuh studi master di jurusan Kesehatan Reproduksi. “Di zaman ini banyak remaja yang terlibat free sex, alhasil banyak juga ‘tuh yang kena HIV. Bukan preventif yang dijadikan solusi, kontrasepsi yang diberikan untuk remaja. Padahal Islam sudah mengajarkan untuk jangan mendekati zina,” tukasnya.

Terkait bagaimana respon umat Islam menyikap perang pemikiran, Akmal menuturkan bahwa umat Islam harus memberikan perlawanan. “Jika belum bisa melalui ayat Al-Qur’an, bisa menyampaikan dengan Sirah Nabawiyah atau sejarah, karena sejarah itu fakta. Perluas wawasan keilmuan,” ujarnya. Akmal pun menambahkan, “Muslim yang menang dalam Ghazwul Fikri akan menjadi terhormat, sementara yang kalah akan menjadi budak.”

Wafda mengakui bahwa perang pemikiran ini merupakan dinamika sosial yang belum banyak disadari oleh umat Islam. “Padahal (perang pemikiran) ini penting, urgen, sudah otak-atik akidah. Semoga kita bisa menebar dan mengajak kepada kebaikan yang benar,” pungkasnya. Hal yang sama pun diamini Nazura, “Umat Islam tidak boleh berpangku tangan untuk melawan serangan pemikiran!”*/Rabiana Nur Awalia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akmal Sjafrilghazwul fikriperang pemikiranSekolah Pemikiran Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abdullah Said DPP Hidayatullah: Habibie Negarawan yang Patut Diteladani Para Pemimpin
Tulisan selanjutnya 2 Guru Muslim Dipecat karena Menolak Lepaskan Hijab di Kanada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?