Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Hidup Normal Semakin Produktif Menulis

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 30 Juni 2020 09:49 9:49 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 30 Juni 2020 08:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagai wujud komitmen syukur di tengah pandemi, walau harus menggunakan perangkat smartphone Mahasiswi STIS Hidayatullah senantiasa konsisten setiap dua pekan sekali menggelar Kuliah Whatsapp (Kulwap) Jurnalistik bersama dua nara sumber, yakni Maskur Suyuti dan Imam Nawawi.

“Alhamdulillah pada hari ini (Senin/29/06/2020) pertemuan dua pekanan ini berjalan lancar dan konsisten serta menggembirakan, karena antusias para mahasiswi yang kini berada di rumah masing-masing. Mereka semakin termotivasi karena materi Kulwap senantiasa dihubungkan dengan kondisi terkini. Seperti hari ini, temanya menyentil sekali, yakni “Hidup Normal dengan Menulis,” ujar Dosen STIS Hidayatullah Sahlah, MPI.

Materi tersebut disampaikan oleh ustadz Masykur Suyuti sebagai pemateri. Dalam pertemuan itu, Penulis Buku Mutiara Iman itu menekankan betapa pentingnya menulis bagi seorang mahasiswi, pembelajar dan setiap elemen yang tergabung didalamnya.

“Sekarang ini wacananya ada di kata kunci normal. Kenormalan yang dimaksud memiliki ciri. Seperti hidup normal itu berarti ada warna lain yang menyertainya. Ada semangat ada galau. Ada saat ide melimpah dan ada masa stuck dan tak bergerak. Dan seterusnya, harusnya normal bagi para pembelajar terutama menulis semakin mendorong diri lebih produktif,” ulasnya.

“Kalau itu terjadi. Tak usah khawatir. Itu pertanda alamat baik. Tinggal on the track insyaAllah. Nah sekarang hidup normal bagi penulis adalah ya menulis itu. Dan, bagi penulis yang berpegang bahwa menulis adalah bagian dari kenormalannya, maka jika tidak menulis ia akan merasa tidak normal,” tambahhnya.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Lebih lanjut Masykur memberikan beragam analogi betapa kenormalan kadang berupa kondisi yang harus disikapi dengan lompatan kebiasaan.

“Kenormalan juga beragam dan memiliki banyak makna dan definisi. Seperti Ada tukang batu tapi tidak menulis? Itu normal namanya. Sesuai statusnya. Perkakasnya adalah alat pertukangan. Namun kalau tukang batu itu ternyata menulis juga , itu namanya hebat.

Begitupun pembelajar yang notabene kegiatannya adalah menulis dan membaca. Maka menulis merupakan kenormalan yang tak pernah lepas darinya. Maka normal baginya adalah menulis, lebih jauh menulisnya didasari niat menegakkan peradaban,” urainya.

Masykur pun mengingatkan bahwa menulis merupakan ladang dakwah yang tak pernah putus. Dengan tulisan dapat mengubah banyak pikiran orang.

“Sesuatu yang buruk jika dibuatkan narasi yang indah maka akan terlihat bagus. Begitupun sebaliknya sesuatu yang baik dan benar jika dibuat narasi yang buruk maka akan buruk pula hasilnya. Di sini peran penulis Muslimah itu penting,” tegasnya.

Agar tak mudah patah dan berhenti di tengah jalan, penting bagi penulis pemula memperbaiki niat.

“Pastikan niatnya. Menulis untuk apa. Jika hanya mencari pelanggan, follower, dan subscriber. Maka menulis akan terhenti. Maka ubah niat itu menjadi lillah. Bahwa menulis adalah wadah untuk menyebarkan kebaikan dan manfaat. Bukan hanya didunia melainkan sampai akhirat kelak,” jelasnya.

Terakhir, Masykur yang pernah menjabat Ketua Umum Penulis Muda Indonesia itu meyakinkan bahwa menulis adalah kerja-kerja peradaban.

“Yakinlah bahwa menulis adalah jalan dakwah. Bahwa ini adalah jalan mulia. Jalan para ulama. Bagian dari peradaban Islam,” pungkasnya.* Meliana Kusuma

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei LKSP: Muhammadiyah dan PKS Dinilai Lebih Peduli Saat Pandemi
Tulisan selanjutnya UEA Tutupi Berita Normalisasi dengan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?