Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Mantan Menteri Malaysia Ajak Aceh Berubah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 November 2016 13:30 1:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 November 2016 13:30
Bagikan
Mantan Menteri Malaysia keturunan Aceh, Tan Sri Sanusi Junid
Bagikan

Hidayatullah.com–Kelebihan yang dimiliki Aceh seharusnya menjadi modal dan potensi untuk menuju kejayaannya, termasuk kejayaan Islam. Demikian salasa satu orasi mantan pejabat tinggi Malaysia, Tun Sri Sanusi Junid.

“Orang Korea meminjam semangat Islam untuk berubah, mereka mengambil motivasi dari ayat innallaha la yughaiiru ma bi qaumin, yaitu Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka merubah nasib mereka sendiri. Tapi kita sampai tertidur saat membaca Al-Quran namun tidak mengambil manfaat darinya, “ kata Mantan Menteri Malaysia keturunan Aceh, Tan Sri Sanusi Junid dalam orasi ilmiah di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Selasa malam (29/11/2016).

Orasi ilmiah dengan tema “Faktor Nilai dalam Kebangkitan Bangsa, Belajar dari Malaysia” ini dihadiri rektor  UIN Prof. Dr Farid Wajdi Ibrahim, para dosen dan mahasiswa UIN Ar-Raniry.

Tan Sri juga mengajak masyarakat Aceh untuk memanfaatkan setiap sifat keunikan yang dimiliki oleh orang Aceh.

Ia menyampaikan sifat orang Aceh yang kurang disiplin dalam bekerja, hal ini kata Tan Sri, berdasarkan amatan selama ini melihat sifat orang Aceh sejauh yang dikenalnya di Malaysia.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Selain itu, katanya, orang Aceh juga ada sifat pendendam. Sifat-sifatnya menurut Tan Sri harus dihilangkan.

“Orang Aceh ini suka bawa dengan masa lalu, mulai dari konflik Perang Cumbok, bahkan termasuk orang pacaran. Si perempuan sudah bersuami, namun si laki-laki mantan pacarnya masih terus menyimpan dendam karena gagal menikahi pacarnya, “ ujar Tan Sri disambut tepuk tangan peserta orasi.

Oleh sebab itu, Tan Sri mengajak masyarakat Aceh untuk membuang sifat-sifat buruk jika ingin maju. Kita harus sering melakukan evaluasi diri, apakah hari ini sudah lebih baik dari kemarin? Apakah hari ini orang lain sudah tambah percaya kepada kita? Sudah kita tunaikan janji-janji kita, atau kita justru hanya pandai berjanji hanya waktu pemilu dan melupakannya setelah mendapatkan jabatan?, kata Tan Sri mempertanyakan.

Ia juga mengupas hobi berperangnya orang Aceh, mulai dari perang orang Aceh dengan Belanda, Sukarno, lalu Perang Cumbok antara sesama saudara.

Perang-perang ini menurutnya semua karena semangat Islam, kecuali perang terakhir yang semata karena dasar nasionalisme.

Namun demikian, kata Tan Sri, perjuangan untuk Islam alhamdulillah hari ini berbuah Syari’at Islam. Tan Sri lalu mengungkapkan rasa syukurnya atas diterapkannya syari’at Islam di Aceh.

“Aceh sebenarnya sudah merdeka dengan Syariat Islam dimana kita bebas mengatur kehidupan dengan Islam,“ ujarnya.

Namun, Tan Sri juga mengkritisi hobi perang orang Aceh yang kembali berlanjut saat ini. Menurut Tan Sri, sekarang orang Aceh bertambah lagi wadah untuk perang, yaitu demokrasi. Semua sibuk berbicara pemilu. Seolah-olah dengan pemilu bisa selesai semua masalah. Padahal pemilu inilah awal dari banyak masalah.

“Orang Aceh harus bisa melihat kebaikan lawan politik dalam pemilu, seharusnya begitu orang Aceh. Jangan karena sudah lawan politik, lalu semua yang dilakukannya salah, sementara tokoh politik yang didukungnya, walau salah namun tetap dibenarkan. Jadi Pemilu jangan jadi ajang untuk perang dengan sesama, “ ujar Tan Sri lagi.

Tan Sri lalu menyampaikan, jika Aceh ingin berubah, maka harus memiliki lima sifat utama, yaitu amanah, disiplin, berani, rajin dan setia. Dengan sifat ini, kata Tan Sri, orang Aceh akan berhasil dimanapun ia berada.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr Farid Wajdi Ibrahim dalam sambutannya mengajak masyarakat Aceh umumnya dan para dosen UIN Ar-Raniry khususnya untuk mengambil banyak pengalaman dan ilmu dari Tan Sri Sanusi Junid.

“Kita harus belajar banyak dari tokoh-tokoh Aceh yang berhasil di luar negeri, khususnya dari Tan Sri Sanusi Junid, sebagai keturunan Aceh yang sukses di Malaysia, “ tutur rektor.

Acara ini dihadiri sejumlah mahasiswa, Direktur Pascasarjana, Prof. Rusydi Ali Muhammad, Imam Besar Mesjid Raya Baiturrahman, Prof. Dr Azman Ismail dan sejumlah undangan lainnya.*/kiriman Teuku Zulkhairi (Staf Humas UIN Ar-Raniry)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Islam dari Papua, Kalimantan, Sumatera, NTB, dan Wilayah Lain Dikabarkan segera Merapat ke Jakarta
Tulisan selanjutnya Penista Agama Dibela, Negara Bisa Hancur!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?