Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

UGD Keluarga Mahasiswa Pascasarjana UNY Usung “Anak Berkebutuhan Khusus”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Maret 2016 06:27 6:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Maret 2016 06:25
Bagikan
Urgent Group Discussion (UGD) adalah salah satu kegiatan Keluarga Mahasiswa Pascasarjana UNY.
Bagikan

Hidayatullah.com– Bertempat di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), DIY, Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) mengadakan Urgent Group Discussion (UGD) dengan tema “Mengenal Pendidikan Inklusif Lebih Dekat”, Jumat (18/03/2016).

Kegiatan yang dihadiri oleh 20 orang peserta dari sejumlah jurusan tersebut dipandu langsung oleh master of discussion, Shandy Abdi Kusuma, MPd.

Sesuai tema yang diusung, acara diskusi diawali dengan pemaparan mendalam berbagai hal tentang pendidikan inklusif. Mulai dari konsep pendidikan inklusif, pendidikan inklusif sebagai kebijakan publik, implementasi pendidikan inklusif, fakta lapangan, dan beberapa persoalan lainnya.

Dalam materinya, sang pembicara, Ahmad Niayatulloh mengatakan, pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik menikmati pendidikan secara bersama-sama.  Baik ia normal ataupun yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa lainnya.

“Jadi salah satu penilaian mutu institusi pendidikan adalah jika menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (ABK),” papar Ahmad menerangkan.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Hendaknya penilaian sekolah itu, lanjut Ahmad, didasarkan pada kemampuan masing-masing anak serta tak menggunakan kurikulum standar pada keumuman. “Sehingga tidak ada lagi istilah tinggal kelas dan tidak lulus di sekolah,” imbuh Ahmad.

Lebih jauh ia menyampaikan sejumlah persoalan di lapangan terkait pendidikan inklusif di atas. Mulai dari kurangnya sarana dan sumber belajar asesibilitas untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas dan belajar ABK.

“Kami juga kekurangan guru reguler yang  memiliki kompetensi memberikan layanan ABK. dan belum optimalnya penyediaan bahan ajar sesuai kebutuhan ABK,” ungkap Ahmad menjelaskan.

Usai pemaparan materi, acara berlanjut ke diskusi dan berbagi pengalaman dengan membagi peserta tersebut menjadi lima kelompok.

Dalam diskusi ini diungkap, ada beberapa kendala yang menyertai jika siswa normal dicampur dalam satu ruangan dengan anak yang terkategori Mental Retardation (MR). Di antaranya adalah bahan ajar yang dipakai oleh guru biasanya mengacu kepada pembelajaran umum dan tidak ada bahan khusus untuk anak MR.

“Akibatnya yang terjadi, guru reguler lebih fokus pada anak-anak yang normal. Sedang anak MR hanya diam di belakang bersama guru pendamping, itupun kalau ada,” ungkap seorang peserta.

Dari usulan lain dikatakan, untuk membentuk interaksi sosial agar anak yang berkebutuhan khusus tidak minder dan yang normal bisa menghormati yang berkebutuhan khusus, bisa dilakukan penyatuan mereka di gedung sekolah yang sama, tapi di ruang pembelajaran yang berbeda.

“Cara ini bisa dipakai, agar siswa normal tak perlu memperlambat pelajarannya karena mengikuti yang berkebutuhan khusus,” usul lainnya.

“Sekali waktu pihak sekolah bisa juga menggelar sebuah acara dengan mengumpulkan kedua jenis siswa tersebut agar terjadi interaksi sosial di sana,” imbuhnya.

Untuk diketahui, program UGD adalah salah satu kegiatan Keluarga Mahasiswa Pascasarjana UNY. Diharapkan dari program ini, mahasiswa terbiasa dalam melahirkan gagasan-gagasan yang bisa bermanfaat untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.* Kiriman Siti Rofiqoh, pegiat komunitas PENA Yogyakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak berkebutuhan khususDIYPendidikanpenyandang disabilitasUniversitas Negeri Yogyakarta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Siapkah Engkau Menyambut yang Ketiga dalam Hubungan Kita?”
Tulisan selanjutnya Penasihat Ahli Hukum Kapolri Pesankan Santri Tekun Belajar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?