Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Muslim Eropa Tanggapi Pernyataan Selebritis Penghina Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Januari 2017 20:48 8:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Januari 2017 10:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Cuitan selebritis Indonesia di media sosial yang dinilai menghina Islam dan Arab mendapat tanggapan Muslimat Indonesia Antar Negara untuk Ummat (Mutiara Ummat).

takhanya viral di Indonesia tetapi juga di mancanegara. Untuk menanggapi hal tersebut Muslimat Indonesia Antar Negara untuk Ummat (Mutiara Ummat) Dalam acara  diskusi  bertama “Apakah Syariat Islam Budaya Arab?,demikian menurut Nurisma Fira,  Ahad (29/01/2017).

Diskusi menghadirkan Yumna U. Nusaybah pengasuh pengajian Indonesia An Nashihah dan Forum Diskusi E12 London sebagai nara sumber, dan Mela Mustika Amalia, M.Ag alumnus UIN Sunan Gunung Djati dari Liverpool, United Kingdom sebagai pemandu acara.

“Cuitan selebritis tersebut menarik, karena biasanya dilontarkan oleh masyarakat di Barat kepada muslim yang di negeri-negeri tersebut memang minoritas, tetapi di Indonesia hal itu diungkapkan oleh seorang muslim, ditujukan kepada sesame muslim, di negara yang mayoritas berpenduduk muslim,” ujar Yumna mengawali diskusi.

Paradigma Studi Islam dan Fenomena Penghinaan Agama

Alumnus Fakultas Kedokteran Unair Surabaya ini menuturkan bahwa di negara-negara Barat, pernyataan semacam itu tumbuh subur ketika kemampuan diskusi para pendukung anti-Islam melemah sehingga yang dimunculkan adalah ancaman kekerasan, bukan dialog. Yumna berpendapat pada dasarnya Barat hanya menerima Islam dengan criteria tertentu, yakni Islam yang selaras dengan sekulerisme dan nilai-nilai demokrasi kapitalistik yang diadopsi Barat.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Perempuan yang pernah berpraktek di Royal London Hospital ini menyorot persoalan terbesar sebagaian muslim, yakni ketidak pahaman terhadap ajaran Islam itu sendiri. Menurutnya, tanpa kemampuan Bahasa Arab, muslim kesulitan memahami Islam sehingga mudah menerima Islam yang didefinisikan dan didistorsi oleh Barat.

“Umat Islam saat ini sudah tidak banyak mengetahui proses ijtihad, dan sangat sedikit memproduksi mujtahid, sehingga tidak melihat Islam sebagai penyelesai persoalan dalam kehidupan,” lanjut perempuan yang belakangan memilih focus menjadi ibu rumah tangga ini.Ia mengumpamakan keadaan muslim terhadap Islam sekarang seperti  tidak memahami madu asli, dengan madu yang sudah dicampur racun, di mana dosis racun sedikit demi sedikit ditambahkan sampai pada akhirnya hal-hal yang diharamkan seperti pacaran, membuka aurat, riba, homoseksualitas pun diterima. Akhirnya umat Islam terbiasa menerima Islam hanya sebagai ibadah mahdhah (ritual) dan bukan sebagai jalan hidup.

Terkait Islam yang sering dipandang hanya untuk orang Arab, Yumna merujuk Surat Al Anbiya 107 yang menyatakan Islam adalah bagi seluruh umat manusia. Ia memberikan contoh bahwa di masa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam juga banyak sahabat Nabi yang bukan Arab, misalnya Salman Al Farisi dari Persia (Iran), Bilal Bin Rabah dari Ethiopia (Afrika), Suhaib Ar Rum dari Roma (Italia), dan Abdullah bin Salam dari Yahudi (Israel).

Menurut Yumna, kebutuhan manusia selalu sama, yang berbeda adalah cara dan bentuk pemenuhannya.

“Karena itu Islam turun dalam bentuk garis-garis besar yang global sehingga selalu bias menjawab tantangan zaman,” katanya.

Pada sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan bertanya atau menanggapi penjelasan Yumna.

Gerakan Islam Bukan Ancaman

Diskusi diikuti hampir 100 peserta perempuan dari Inggris, Belanda, Swedia, Jerman, Norwegia, Belgia, Australia, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Indonesia.

Di akhir acara, Yumna berpesan agar peserta yang mengikuti diskusi tetap teguh dan konsisten menjalankan ajaran Islam.

Sebelum ini, artis Prisia Nasution disorot khalayak karena cuitannya di sosial media yang menyinggung SARA.

Layaknya mencari sensasi ditengah gejolak di Tanah Air, Prisia Nasution menyindiri umat Islam yang menjalaankan pada Syari’at Islam.

 

Melalui akun Twitternya Ia menulis soal Islam dan Arab. “Semua orang berpakaian seperti orang Arab, bendera ditulisakan tulisan Arab, adat istiadat Arab, kenapa ngga pada pindah aja ya?” tulis akun pribadi @itsPrisia Sabtu (21/01/2017). Tak urung, pernyataan ini melahirkan kecaman umat Islam.*/ N. Machfira (Colchester, Inggris)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mahasiswa Indonesia di Inggrismenghina Islammuslim Indonesia di Inggrispenghina IslamPrisia Nasution
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cinta Kepada Anak Anugerah Allah Kepada Hamba
Tulisan selanjutnya Bawa Balon, Warga Mongolia Protes Polusi Udara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?