Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Haji & Umrah

Jumlah Petugas Kesehatan Haji Tidak Memadai

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 Oktober 2012 07:49
Bagikan
Pelayanan kesehatan jamaah haji.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kuota petugas kesehatan Indonesia di tanah suci ternyata belum memadai. Jumlah petugas medis tersebut tidak sebanding dengan banyaknya jumlah jamaah haji.

Menkes Nafsiah Mboi mengakui, tenaga medis yang mendampingi kloter haji masih belum mencukupi. “Memang saat ini jumlahnya jauh dari cukup,”jelas Menkes usai Rapat Kerja bersama Komisi IX di gedung DPR RI, Selasa (16/10/2012).

Nafsiah menuturkan, jumlah petugas medis kloter Indonesia belum sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Kesehatan PBB (World Health Organization). Berdasarkan aturan WHO, komposisi tenaga medis yang mendampingi jamaah haji idealnya 1: 50. Artinya satu petugas medis seharusnya mendampingi 50 jamaah haji dalam satu kloter. Namun, pada kenyataannya, di Indonesia perbandingan tenaga medis dengan jamaah adalah 1: 90.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes dr Ratna Rosita menambahkan, saat ini hanya terdapat tiga petugas kesehatan kloter yang mendampingi setiap kloter. Rinciannya, satu dokter dan dua perawat. Padahal, setidaknya jika dalam satu kloter terdapat 450, seharusnya terdapat sembilan petugas kesehatan kloter.

“Tapi tenaga yang dialokasikan Kemenag masih terbatas satu dokter dan dua perawat. Sisanya dua sampai tiga tenaga dari Kemenag. Kuotanya memang terbatas,” papar Ratna, dilansir JPNN.

Baca Juga

Saudi Ingatkan Penyedia Layanan Haji Patuhi Aturan, Siapkan Sanksi Tegas
Mulai Minggu Depan, Arab Saudi Ubah Masa Berlaku Visa Jadi 1 Bulan
Pemerintah Rekrut Petugas Haji pada November, Dilatih di Barak 1 Bulan
BSI Catat Kenaikan Rekening Tabungan Haji 13,51 Persen Per Juli 2025
Haji 1446 H Kereta Al-Mashaaer Al-Mugaddassah dan 10.500 Titik Wi-Fi Siap Melayani Jamaah

Karena itu, Ratna berharap, Komisi Bidang Kesehatan DPR RI bisa berkoordinasi dengan Komisi Agama untuk memberikan rekomendasi terkait penambahan kuota tenaga medis dari Kemenag. Sebab, beban kerja para tenaga medis kloter yang jumlahnya terbatas, sangat berat.

“Kita berharap ada komunikasi dengan Komisi Agama, supaya kuotanya bisa ditambah.”

Menyoal penambahan kuota tersebut, Nafsiah mengamini pernyataan Sekjen Kemenkes. Dia menuturkan, penambahan kuota sepenuhnya bergantung pada Kemenag. Kemenkes tidak keberatan jika nantinya jumlah tenaga medis kloter harus ditambah. Namun, dia berharap anggaran penambahan kuota tersebut disetujui DPR. Sebab, mulai tahun ini, biaya tenaga medis kloter tidak lagi ditanggung Kemenag.

Karena itu, lanjut dia, tahun ini Kemenkes memasukkan anggaran memberangkatkan tenaga medis haji hanya sebesar Rp 21,84 miliar ke dalam DIPA tahun 2012. “Kalau Kementerian Agama mau menambah kuota, anggarannya harus meningkat juga,” kata Nafsiah.

Sebagai informasi, tahun ini, untuk 482 kloter dari 13 embarkasi, tenaga medis yang diberangkatkan hanya 482 dokter dan 964 perawat. Artinya satu dokter mendampingi satu kloter.

Sementara itu, anggota Komisi Kesehatan dari Fraksi Amanat Nasional, Rizki Sadiq, menambahkan, di lapangan pihaknya memang mendapati jumlah tenaga kesehatan haji masih kurang. Di Rumah Sakit Pelabuhan Surabaya misalnya, satu kloter haji hanya didampingi satu dokter dan dua perawat.

Karena keterbatasan tersebut, lanjut dia, ada sejumlah sukarelawan yang mesti diperbantukan. Hal itu dinilainya memprihatinkan, mengingat 70 persen jamaah haji Indonesia sudah masuk usia lanjut. “Semestinya jumlah tenaga medis ditambah. Kalau ada kendalanya, mungkin bisa disampaikan ke kami agar bisa dikomunikasikan dengan Komisi Agama,” imbuh dia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Bahrul Hayat menuturkan, permintaan menambah petugas medis kloter sah-sah saja. Tetapi dia mengatakan, penambahan ini terbentur kuota petugas haji yang sudah ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

“Selain menetapkan kuota jamaah, mereka juga menetapkan kuota petugas,” kata dia.

Bahrul mengatakan kuota petugas yang ditetapkan Arab Saudi untuk Indonesia hanya 3.250 orang. Kuota ini diantaranya untuk tenaga medis dan panitia lainnya. “Kami sudah meminta penambahan 2.000 orang, tetapi ditolak,” kata dia.

Menurut Bahrul, keberadaan tiga orang petugas medis di setiap kloter itu sudah cukup. Karena tugasnya hanya mengawasi jika ada kondisi darurat selama dalam perjalanan.

Ketika jamaah haji sudah mendarat di tanah suci, langsung ditangani oleh petugas medis di balai kesehatan yang sekelas rumah sakit kelas III. Jika kondisi kesehatan jamaah semakin kritis, akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Begitu pula ketika ada gangguan kesehatan sebelum jamaah terbang, ditangani oleh petugas medis di klinik asrama haji.

Penambahan petugas medis, lanjut Bahrul, juga harus mempertimbangkan faktor pembiayaan. Selain itu, jika penambahan ini dipaksakan dan mengambil kuota jamaah haji, tentu tidak baik karena berdampak pada antrean haji yang bakal kian mengular.

Displin Waktu Makan

Sementara itu imbauan penting juga dikeluarkan pihak Kemenag kepada seluruh jamaah haji yang sebentar lagi akan masuk ke Arafah-Mina (Armina). Direktur Layanan Haji (Diryanhaj) Kemenag Sri Ilham Lubis kepada tim Media Center Haji (MCH) Kemenag di Madinah mengatakan, selama di Armina jamaah diminta disiplin memperhatikan waktu makan.

Selama di Armina, Sri mengatakan, jamaah mendapatkan empat kali makanan yang disajikan dalam bentuk boks atau kotakan dan selebihnya dihidangkan secara prasmanan. “Empat kali makanan yang disajikan dalam bentuk boks itu karena darurat,” katanya.

Empat kali makanan yang disajikan dalam bentuk boks itu diberikan pada 8 Djulhijjah malam, 9 Dzulhijjah sore, 10 Djulhijjah pagi, dan 12 Dzulhijjah siang. “Supaya makanan yang di boks ini awet, maka menunya kering. Tidak ada sayuran,” kata dia.

Khusus saat menyantap makanan yang disajikan dalam bentuk prasmanan, akan dibagi setiap rombongan. Kemenag tidak lagi membagi per kloter untuk mengantisipasi panjangnya antrean.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah 58 Jamaah Haji Meninggal di Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Haji 1433 H Dimulai Kamis 25 Oktober 2012

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaInfo Haji & Umrah

Awas Panas! Wukuf Arafah Jamaah Haji Diimbau Tetap di Kemah

4 Juni 2025 14:18
BeritaInfo Haji & Umrah

Arab Saudi Sambut Kedatangan 500 Kerabat Tahanan dan Syuhada Palestina untuk Berhaji

3 Juni 2025 13:59
Info Haji & Umrah

Tingkatkan Akurasi Prakiraan Cuaca Selama Haji, Saudi Kerahkan 18 Stasiun Pemantauan

2 Juni 2025 13:49
Info Haji & Umrah

Arab Saudi Usir 205.000 Peziarah Tanpa Izin Haji dari Makkah

2 Juni 2025 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?