Hidayatullah.com- Kementerian Agama menggelar Ujian Seleksi Calon Petugas Haji Non-Kloter Tingkat Pusat Tahun 1441H/2020M.
Seleksi ini digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, diikuti oleh sebanyak 489 orang calon petugas haji, Rabu (18/03/2020) pagi sampai siang.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa proses seleksi terhadap calon petugas haji merupakan hal yang penting.
Sebab, dalam penyelenggaraan ibadah haji, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, semua aspek dan manajemen harus berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan ditentukan.
“(Seleksi) ini kami nilai sangat penting,” ujar Wamenag dalam sambutannya pada seremonial pembukaan seleksi tersebut di lapangan terbuka kompleks Asrama Haji.
Baca: Kemenag: Kebijakan Saudi Sterilkan Masjidil Haram untuk Melindungi Jamaah
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Nizar Ali, dalam sambutannya menjelaskan, 489 calon petugas haji itu terdiri dari berbagai institusi dan unsur terkait.
Nizar merincikan, seleksi ini diikuti oleh 201 orang unsur Kemenag pada jajaran eselon 1.
Kemudian dari TNI sebanyak 50 orang, Polri 66 orang, jurnalis berbagai media 52 orang,
serta instansi terkait lainnya sebanyak 120 orang.
Nizar mengatakan, penyiapan petugas haji mulai dari rekrutmen sampai pelatihan tetap berjalan sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH).
Dimulai pada tanggal 4 Februari 2020, digelar seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi tingkat kabupaten/kota.
Lalu, pada 13 Februari 2020 telah digelar seleksi PPIH Arab Saudi tingkat Kanwil.
Kemudian, pada 28 Februari 2020 lalu, digelar pelatihan PPIH kloter di 13 embarkasi yang berlangsung selama 10 hari.
Peserta hasil seleksi tingkat pusat pada Rabu (18/03/2020) akan mengikuti pelatihan selama 10 hari yang berdasarkan rencana dimulai pada 10 April 2020.*