Permintaan itu berasal dari pimpinan tim Qatar kepada Ketua Korean Federasi Muslim Yasser Lee Jong-eong, yang juga imam Mesjid Alfatah, satu-satunya mesjid di Busan dan kedua terbesar dari lima mesjid yang ada di Korea Selatan.
Imam Nahrowi, pekerja asal Lampung, menambahkan, kemungkinan permintaan pemotongan hewan halal itu akan bertambah, tidak hanya dari Qatar tapi juga dari beberapa negara berpenduduk mayoritas
Muslim lainnya.
Pemotongan ayam itu dilakukan mereka berdasar syariah pemotongan Islam, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mesin. Pemotongan 150 ekor ayam yang dilakukan Rabu, harus cepat dan tidak dapat lebih dari jumlah itu, karena giliran mereka untuk melakukan pemotongan cara Islam itu hanya diberi waktu singkat.
Tim Qatar datang ke Busan membawa koki sendiri dan ayam itu diolah di salah satu hotel sebelum dihidangkan pada para anggota delegasi mereka, baik di hotel maupun di perkampungan atlet.
Sebanyak 357 anggota delegasi Qatar datang ke Busan, di antaranya 220 atlet putera dan delapan atlet puteri.
Di rumah pemotongan ayam di Changwon, setiap hari dipotong sekitar satu juta ekor ayam untuk konsumsi masyarakat di dua propinsi, dipasok ke restoran, rumah makan dan berbagai tempat yang menyediakan atau menggunakan daging ayam untuk produksi pangan yang disajikan.
Di warung Mesjid Alfatah, anggota Pumita pun menyediakan berbagai panganan halal dan umumnya habis terjual pada saat umat muslim Busan datang ke mesjid itu secara berbarengan, misalnya saat melakukan shalat Jumat. (antara/rep)[mq]***