Hidayatullah.com—Perayaan hari nasional Prancis, Hari Bastille, berakhir pada Ahad malam (14/7/2013) dengan pertunjukan kembang api spektakuler di sekitar Menara Eiffel. Ketika kembang api menghiasi langit malam, menara pun memunculkan sinar warna-warni pelangi, yang kontan membuat banyak orang terkejut terutama kalangan penentang homoseksual.
Di sela-sela pertunjukan lampu dan kembang api itu terdengar suara dari mikrofon yang mengatakan bahwa manusia seperti warna-warni pelangi dan semua memiliki kesempatan yang sama. Semuanya setara dan memiliki hak yang sama.
Sebagaimana diketahui, warna pelangi menjadi bendera kebesaran kelompok pecinta sesama jenis, biseksual dan transgender (LGBT). Belum lama ini Prancis memberlakukan undang-undang yang mengakui perkawinan homoseksual dan hak adopsi anak bagi pasangan gay atau lesbian.
Kelompok homoseksual tentu senang dengan pemandangan yang dilihatnya di Menar Eiffel, terlebih hal itu dilakukan dalam rangka hari nasional bangsa Prancis.
“Menara Eiffel dalam warna ‘perkawinan untuk semua orang’ merupakan simbol yang sangat indah,” tulis seorang pengguna Twitter dikutip France24.
Sementara kelompok penentang homoseksual mencurigai adanya penyusupan agenda politik dalam perayaan Hari Bastille itu. Mereka menyeru agar Presiden Francois Hollande dari partai sosialis yang menyodorkan RUU legalisasi perkawinan homo itu mundur dari jabatannya.
Pihak kantor walikota Paris, menurut situs LGBT Yagg, membantah kalau apa yang ditampilkan di Menar Eiffel itu sebagai pernyataan dukungan kepada LGBT. Mereka berdalih, pertunjukan lampu warna-warni tersebut untuk menghormati aktivis anti-apartheid Nelson Mandela, yang sedang tergolek sakit.
Alasan itu terdengar mengada-ada, sebab Nelson mandela adalah orang Afrika Selatan, sementara Hari Bastille adalah hari perayaan bangsa Prancis yang dulu berjuang membebaskan diri dari tirani kekuasaan bangsawan kerajaan.*