Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Akan Kehilangan 63 Ribu Pasukan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Maret 2003 20:04 8:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Maret 2003 20:04
Bagikan
Bagikan

Deputi Satu Kepala Staf AB Rusia, Kolonel Jenderal Valery Manilov, memperkirakan, akan ada 63 ribu prajurit AS yang akan mati secara sia-sia di kawasan perang Iraq. Menurut Manilov, taksiran itu muncul seperti yang telah diperkirakan pihak Washington sendiri. Mereka sendiri mengatakan tiga dari 10 pasukan Amerika mungkin mati. Ini artinya, mereka akan kehilangan 63 ribu pasukan dari 211 ribu yang menyertai serangan itu”, katanya. Seluruh dunia akan melihat Amerika sebagai negara kejam yang merampas negara lain, lanjutnya. Menurut Manilov, kehebatan dan kecanggihan teknologi pertahanan Amerika juga bukanlah jaminan kemenangan Washington kerana peralatan itu tiada maknanya jika dibandingkan dengan cuaca Iraq. Menurut Manilov, Amerika kemungkinan akan kecanggihan alat-alat militernya dalam operasinya menyerang Iraq. Mereka akan menyerang dengan barisan pesawat dan kapal perang yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan cara mengepung Iraq, termasuk menggunakan peluru kendali dan dan pesawat pengebom. Hanya, lanjut Manilov , AS tetap akan turun jalan dengan perang darat. Ini, karana wilayah dan cuaca di Iraq. Baghdad sudah pasti akan membalas serangan dengan sistem pertahanan ABM. Pertempuran jarak jauh hanyalah permulaan karena Amerika akhirnya terpaksa melancarkan operasi di darat untuk menakluk Iraq. Jika Turki membolehkan mereka masuk, pasukan Amerika akan memulai usaha itu dari utara yang sejauh ini telah dikuasai suku Kurdi termasuk dari arah selatan dari Kuwait, katanya. Cuaca, kondisi geografis dan demografi di Iraq akan menyulitkan serangan AS yang selama ini selalu dibanggakan ke seluruh dunia. Tank canggih Amerika misalnya yang konon dilengkapi turbin akan rusak bila berhadapan dengan debu gurun pasir. Kecanggihan laser dan senjata elektronik juga sia-sia disebabkan debu gurun pasir. Apalagi bila perang itu menjadikan lautan telaga minyak terbakar dan mengeluarkan asap tebal. Ini menyebabkan mereka terpaksa tergantung yaitu tembakan terus-menerus, penglihatan, pandangan mata manusia dan semangat. Ciri itu tidak berfungsi jika dibandingkan dengan persiapan mental dan semangat pasukan setempat, katanya. Manilov meramalkan, serangan itu akan mencetuskan peperangan lebih besar termasuk kemungkinan Iraq menyerang Israel dan sekutunya yang lain. Iraq yang diserang Amerika pasti akan melakukan apa saja demi mempertahankan dirinya dan ini pasti berkelanjutan karena serangan itu dikaitkan dengan agama pula. Tahukah anda betapa banyaknya para mujahidiin Islam dan jangan sekali-kali mencoba menutupi upaya mereka.. Bagaimanapun, yang paling menyedihkan adalah bencana kemanusiaan disebabkan serangan Amerika mungkin akan berlangsung lama. Anilah akhir dari musibah yang akan diderita akibat kesombongan para pemimpin dunia. (BN/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berbagai Tokoh Islam Temui Dubes Inggris
Tulisan selanjutnya Aa Gym Kecewa Ambisi Presiden Bush Serang Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang

Berita
2 Agustus 2026 17:42
Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
Di Era AI, Perpustakaan Menjadi Benteng Informasi Sahih
Malaysia Tegaskan Tak Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya Jika Nyawa Mereka Terancam

Terbaru

  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan
  • Malaysia Tegaskan Tak Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya Jika Nyawa Mereka Terancam
  • Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?