Hidayatullah.com–Organisasi-organisasi bantuan intermasional memperingatkan sebagian besar wilayah Afghanistan kini menjadi daerah yang tidak bisa dikunjungi karena kurangnya keamanan.
Belanda dan Jerman yang saat ini memimpin pasukan penjaga internasional ISAF, selama ini mengaku hanya bisa menjalankan operasinya di dalam kota Kabul saja.
Seperti dikutip Radio Redeland, (18/6/2003) lalu, sebagain besar wilayah Afghanistan masih tetap dikuasai tuan tanah setempat dan jumlah pengikut Taliban yang masih banyak. Arnoud Hekkens dari Care Internasional cabang Belanda mengatakan berbagai masalah ini mengacaukan usaha rekonstruksi Afganistan.
Keamanan wilayah di luar Kabul, selama ini merupakan pusat keprihatinan Care Internasional. Di sana operasi bantuan kemanusian menjadi sangat tidak efektif secara cepat. Bahkan beberapa tim kemanusiaan telah menjadi korban dari situasi yang tidak aman ini. Akibat situasi ini banyak pekerja yang mengatakan sebagai petugas kemanuasiaan terhambat.
Tak Berbuat Banyak
Ribuan pasukan Amerika Serikat (AS) hingga kini masih bertahan di Afghanistan bersama-sama dengan pasukan ISAF dari negara lain. Di tambah lagi, mereka tidak bisa berbuat banyak. Karena mandat pasukan tersebut tidak termasuk melindungi warga sipil dan wilayah di luar Kabul.
Mereka hanya terbatas pada pencarian bekas yang oleh AS disebut-sebut ?teroris? ataupun anggota rejim Taliban.
Ketakberdayaan pasukan AS maupun ISAF bukanlah satu-satunya penyebab. Karena di sisi lain ketidakmampuan itu juga berasal dari lemahnya dukungan atas pasukan tersebut.
Untuk melakukan operasi di luar Kabul, pasukan membutuhkan dana, orang dan tenaga tambahan, yang nampaknya sulit dipenuhi. LSM-LSM yang ada sudah berusaha mendesak agar memenuhi kebutuhan ini secepat mungkin. Secara jangka pendek upaya ini lebih memberatkan, namun apabila urusan keamanan tidak ditangani secepatnya kendala-kendala itu justru akan menggerogoti lebih banyak lagi dalam jangka panjang.
Lebih Parah
Sebuah laporan menyebutkan kehidupan di Afghanistan kini lebih susah dibanding dulu saat rejim Taliban masih berkuasa. Beberapa pekerja kemanusiaan menuturkan banyak warga yang mulai merasakan situasi sedikit lebih aman saat Mullah Umar berkuasa.
Atas keprihatinan itu tugas berat yang harus diemban pekerja kemanusiaan untuk Afghanistan adalah membangun kembali negara seperti rekonstruksi, sanitasi dan infrastruktur. Supaya nostalgia semacam itu bisa dikurangi. Namun selama situasi keamanan sama sekali tidak mendukung maka upaya itu tidak bisa berjalan. Sehingga pemulihan keamanan merupakan prioritas utama yang harus dikerjakan, sebab kalau tidak, usaha membebaskan rakyat Afghanistan itu akan menjadi sia-sia. (rnw/cha)