Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putra Mahkota Saudi: Alkohol Dilarang di NEOM

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2017 15:49 3:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2017 15:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Setelah mengumumkan rencana untuk mendirikan zona baru yang dikenal sebagai NEOM di wilayah barat laut Saudi yang akan melintasi Arab Saudi, Yordania dan Mesir, Putra Mahkota Saudi, Muhamad bin Salman mengatakan bahwa alkohol dilarang di zona tersebut.

Dia menyebutkan selama wawancara dengan Bloomberg seperti dikutip Egypt Independent,  bahwa dia tidak akan membiarkan ketersediaan alkohol di dalam zona ekonomi NEOM yang akan melintasi Mesir dan Yordania, dan meminta peminum alkohol untuk pergi ke Mesir dan Yordania.

Menanggapi pertanyaan Bloomberg mengenai apakah diperbolehkan atau tidak minum alkohol di zona ekonomi NEOM, Putra Mahkota Saudi menekankan bahwa alkohol akan dilarang di dalam zona ekonomi NEOM dan bahwa jika ada orang yang tinggal di NEOM yang ingin minum alkohol, maka mereka bisa pergi ke Mesir atau Yordania.

“Mesir berjarak 3,5 KM dari Pulau Tiran, jadi Anda hanya perlu pergi ke Mesir dengan mobil dan bisa dicapai hanya dalam waktu dua menit, dan jika Anda berada di titik yang jauh dari Mesir, mungkin hanya diperlukan waktu  20 menit dengan menggunakan mobil. Di Mesir jika Anda turis asing, Anda akan bisa minum alkohol, ” tambahnya.

Baca: Arab Saudi Umumkan Proyek Mega City NEOM Senilai $ 500 Miliar

Arab Saudi hari Selasa (24/10/2017) mengumumkan rencana untuk membangun mega city senilai $ 500 miliar di pantai Laut Merah, sebagai bagian dari tekad nasional yang besar untuk mendiversifikasi ekonominya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Zona seluas 26.500 kilometer persegi, yang dinamai NEOM, akan fokus pada industri yang meliputi energi dan air, bioteknologi, pangan, manufaktur, hiburan dan robotik yang canggih, jelas Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

Baca: Kota NEOM akan Dipenuhi Teknologi Robotik dan Hiburan

Proyek senilai 500 juta dolar AS ini, terletak di wilayah yang strategis, Penghubung antara 3 benua; Asia-Eropa-Afrika, dimana 10% perdagangan dunia melewati Laut Merah, dan 70% penduduk dunia dapat mencapai kota ini dengan maksimal 8 jam penerbangan.

Dr. Klaus-Christian Kleinfeld, Mantan Presiden dan CEO Siemens, didaulat sebagai CEO NEOM. Salah satu transportasi yang akan digunakan di Kota NEOM adalah drone, robot dan pesawat tanpa pilot.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alkoholarab saudihiburankota masa depanKota NEOMLaut Merahmega cityMesirMinuman kerasPutra MahkotarobotTerusan SuezVisi 2030Visi Saudi 2030 Pangeran Muhammad bin Salmanyordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cara Nabi Memanfaatkan Waktu Muda
Tulisan selanjutnya PM Palestina Tuntut Inggris Minta Maaf karena Membuat Deklarasi Balfour

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?