Hidayatullah.com–Menyusul reportase kontroversial yang dilakukan oleh BBC menyangkut proyek senjata nuklir Israel, Tel Aviv menyatakan bahwa pihaknya memboikot seluruh aktivitas jurnalistik media pemberitaan itu.
Seperti dikutip AFP, Direktur Kantor Pers Perdana Menteri Israel Daniel Seaman mengatakan bahwa sejak hari ini, tidak akan ada pejabat Israel yang mau diwawancarai oleh BBC.
Senin malam, Israel menyatakan telah melarang para pejabat tingginya tampil di BBC, dengan menuduh stasiun radio dan televisi Inggeris tersebut ingin menghancurkan negara Yahudi itu serta menyiarkan sejumlah program pemberitaan anti-Yahudi.
“Keputusan ini diambil menyusul adanya suatu upaya sistimatis untuk menghancurkan Israel dan menyiarkan sejumlah berita yang isinya anti-Yahudi,” kata kepala badan hubungan pers pemerintah, Daniel Seaman.
“Tidak seorang pun pejabat, menteri atau juru bicara yang boleh tampil di BBC hingga ada keterangan selanjutnya,” katanya.
“Namun karena kami negara demokrat, kami tidak akan menolak akses (BBC) untuk menghadiri konferensi pers di kantor perdana menteri (Ariel Sharon),” tambah Seaman.
Kantor Seaman adalah instansi yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan izin bagi para wartawan asing yang bekerja di Israel.
Pejabat yang menangani pers tersebut mengatakan kartu pers dan izin kerja para wartawan BBC, meski demikian “masih tetap berlaku”.
Seaman mengatakan, penyiaran suatu dokumen mengenai program nuklir Israel baru-baru ini dengan judul “senjata rahasia Israel” merupakan contoh dari upaya BBC menyudutkan negara Yahudi itu.
Menurut Seaman, langkah itu dilakukan karena tindakan BBC tersebut menebarkan aroma anti Yahudi. Lebih jauh lagi, Seaman mengatakan bahwa pihaknya akan memperlambat proses penerbitan kartu izin aktivitas jurnalistik bagi para reporter BBC yang meliput peristiwa-peristiwa di kawasan pendudukan Palestina.
Sebelumnya diberitakan, dalam sebuah reportase tanggal 28 Juni lalu, BBC melaporkan bahwa sejak awal tahun 80-an hingga kini, Tel Aviv telah berhasil memproduksi lebih dari 100 unit senjata nuklir yang sangat berbahaya.
Yahudi selama ini berkepentingan untuk menekan AS untuk menyerang Iraq dan Iran dengan tuduhan dibuat-buat, produksi senjata massal dan nuklir. Sebaliknya, Israel yang selama ini dianggap telah memproduksi secara diam-diam senjata pemusnah massal dan nuklir di Dimona amat marah ketika beberapa media massa melakukan secara jujur telah mengungkap kebenaran faktanya.
Yahudi biasa menjuluki sebutan ‘anti-Semit’ atau ‘anti-Yahudi’ terhadap orang atau pers yang dianggapnya tidak berpihak padanya. (Ant/irib)