Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Serang Masjid, 10 rakyat Iraq Terbunuh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juli 2003 10:04 10:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juli 2003 10:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Situasi di Iraq ternyata semakin kacau saja. Sekurang-kurangnya 10 rakyat Iraq meninggal dunia dan 15 lagi cedera dalam tiga ledakan juga yang turut memusnahkan sebuah masjid besar, yang diduda dilakukan tentera AS.

Penduduk yakin ledakan yang terjadi di Masjid al-Hassan di al- Askari itu disebabkan serangan peluru kendali atau bom milik pasukan AS. Sebuah laporan menjelaskan ledakan terjadi sesaat setelah pesawat tentera AS melancarkan beberapa peluru kenadli ke arah masjid itu.

Ledakan besar itu menyebabkan kaki imam masjid al-Hasan, Sheikh Latih, terpaksa harus diamputasi. Seorang saksi mengatakan, dia mendengar deru pesawat di udara dan disusuli bunyi ledakan susai shalat Isya’ kemarin.

Pasukan AS di tempat kejadian menyangkal dakwaan masjid itu diledakkan pasukannya. AS menuduh ledakan itu terjadi karena bahan ledakan yang sejak awal telah ditanam di tempat itu.

Menurut saksi mata, ledakan yang terjadi sebelum pukul 11 malam kemarin memebuat bangunan kecil di halaman Masjid al-Hassan runtuh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa jam seusai kejadian itu, puluhan orang mengelilingi runtuhan masjid itu sambil melaungkan slogan anti-Amerika.

“Inilah bukti serpihan peluru kendali,” kata Aqeel Ibrahim Ali, 26, sambil berdiri di atas dan menunjukkan kotak berisi serpihan besi. “Sebuah pesawat melepaskan peluru kendali,” katanya.

Sersan Thomas McMurtry, anggota 364 Operasi Taktik Psikologi menolak dan mengatakan tak ada bukti ledakan itu akibat serangan AS.

“Mereka yang melakukannya sendiri. Bukti fisik tidak dapat mendukung dan menganggap sebagai serangan peluru kendali,” katanya.

AS Diserang

Selain itu, dikabarkan pula beberapa orang tak dikenal menyerang ke arah pasukan AS yang mengakibatkan empat pasukan AS meninggal dunia.

Dalam insiden yang terjadi di dekat Universitas Al-Mustanshiriyah itu, sebuah kendaraan lapis baja yang dikendarai sejumlah tentara AS tiba-tiba diserang oleh lemparan bom yang membuat kendaraan tersebut terbakar. Para saksi mata menyatakan bahwa tentara AS yang sedang berada di sekitar tempat kejadian langsung mengeluarkan empat tentara yang berada dalam mobil yang terbakar tersebut. Dilaporkan bahwa kondisi keempat tentara itu sangat mengkhawatirkan.

Empat orang pasukan AS menemui ajalnya, dan dua orang lainnya mengalami luka parah dalam serangan senjata RPG pada mobil lapis baja milik tentara Amerika di Yusufiyah, 20 km sisi selatan Baghdad. Seorang fotografer AFP yang berada di lokasi menyebutkan bahwa serangan itu mengakibatkan sebuah kendaraan pengangkut lapis baja terbakar dan sebuah kendaraan lainnya terbalik di tepi jalan.

Menurut Al Jazeerah, sekelompok orang bersenjata yang tak dikenal menembakkan senjatanya ke arah mobil tentara AS. Mobil yang ditembak oleh senjata RPG itu lantas terbakal dan terjungkal hingga menewaskan 4 orang yang mengendarainya

Para saksi mata Iraq pada BBC mengemukakan kegembiraan mereka atas serangan ke sasaran AS. “Mereka menuduh Amerika menghina masyarakat Iraq dengan melakukan serangkaian penangkapan dan penahanan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Memang ada perasaan marah diantara warga Ira,” ujarnya dikutip BBC.

Mohammad Owdeh, seorang penduduk Baghdad, mengatakan kepada kantor berita Reuters: “Ledakan ini adalah pesan kepada Amerika karena mereka tidak berbuat apa-apa bagi warga Iraq. Akan ada lagi ledakan lain di sini.”

Fallujah, 55 kilometer di barat Baghdad, menjadi pusat kegiatan anti-Amerika dan lokasi yang selama ini banyak dianggap berkeliaran penyerang tak dikenal untuk memburu pasukan AS. Fallujah, yang penduduknya mendukung kuat Saddam Hussein, sebelumnya menjadi ajang konfrontasi antara tentara Amerika dan para pejuang anti koalisi.

April lalu, 20 warga Iraq yang berunjukrasa anti-AS meninggal ditembak pasukan penjajah itu.

Kejadian terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan di negara itu yang sejak semula telah menolak kehadiran pasukan penjajah AS. Beberapa hari lalu para penduduk di kota Baghdad melakukan serangkaian protes pada pasukan Inggris yang dianggapnya terlalu pongah hingga menyebabkan kematian di kedua belah pihak.

Semenjak Iraq diinvasi oleh AS dan Inggris, kondisi negara Iraq tidak lagi menjadi tenang. Gelombang protes dan perlawan tersembunyi terhadap dua pasukan penjajah itu terus terjadi hingga hari ini.(Afp/ap/rtr/bbc/

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Dinilai Tindas Gerakan Islam
Tulisan selanjutnya Yahudi Boikot BBC

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?