Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Thaksin Tolak Minta Maaf

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 November 2004 07:57 7:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 November 2004 07:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Penolakan itu disampaikannya menjawab surat 144 profesor dari 18 perguruan tinggi negeri (PTN) di Negeri Gajah Putih itu. “Saya siap melakukan apa saja untuk menyelesaikan masalah tersebut, tapi apa yang didapatkan dengan meminta maaf,” kilahnya

Para profesor itu tergerak menyurati Thaksin menyikapi kekerasan di Thailand Selatan yang berlangsung sejak Januari. Menurut mereka, pemerintah telah menerapkan pendekatan kekerasan secara berlebihan.

“Sebagai pejabat tertinggi di kekuasaan, Perdana Menteri tidak bisa mengelak dari tanggung jawab atas kesalahan kebijakan itu. Paling tidak, dia harus minta maaf kepada masyarakat, terutama warga muslim dan kerabat korban,” tulis para profesor.

Mereka juga meminta Thaksin agar melunakkan kebijakannya dalam menangani wilayah selatan Thailand yang didominasi warga muslim. Wilayah yang dimaksud adalah Provinsi Yala, Pattani, Songkhla, dan Narathiwat, yang sering terjadi kerusuhan.

Dalam tahun ini, tercatat lebih dari 400 orang tewas dalam bentrokan dengan aparat. Puncaknya terjadi 25 Oktober lalu, ketika 85 warga muslim tewas setelah dijejalkan dalam truk.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa saat setelah terjadinya insiden tersebut, Thaksin menyatakan penyesalannya dan mengakui bahwa ada kesalahan prosedur. Namun, dia menolak meminta maaf secara terbuka.

Insiden itu memicu gelombang balas dendam dari kelompok militan. Pemerintah menyatakan, 20 orang menjadi korban dalam serangan balas dendam tersebut.

Permintaan agar Thaksin bersikap lunak juga datang dari Raja Thailand Bhumibol. Tapi, dia bergeming.

Sebaliknya, Thaksin menambah kekuatan aparat keamanan di wilayah yang bergolak itu. Dia juga menolak melakukan pembicaraan untuk memberikan kelonggaran terhadap komunitas muslim di wilayah itu.

Ketika menghadiri upacara di sebuah kuil Buddha di Narathiwat Minggu lalu, sekitar 1.000 warga Buddha meminta Thaksin agar menghentikan kekerasan yang berlarut-larut itu. “Di sini, kami diperlakukan tidak adil. Pemerintah memberikan harapan palsu kepada kami. Kami mohon lakukan tindakan tegas terhadap mereka yang mendalangi serangan tersebut,” seru mereka.

Thaksin menyadari, warga Buddha yang mendominasi Thailand menginginkan tindakan tegas. Sepertinya, dia akan memenuhi permintaan itu dan menjadikannya peluang untuk memenangkan pemilu Februari tahun depan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu 84 Muslimin di Tak Bai, Provinsi Narathiwat, Thailand, mati lemas dan beberapa lehernya patah ketika hampir 1.300 orang dijejalkan ke dalam kendaraan-kendaraan selama sekitar enam jam. Mereka ditahan setelah pasukan keamanan menggunakan tembakan gas air mata, air, dan tembakan senjata dalam upaya membubarkan para pemrotes di wilayah Selatan yang mayoritas Muslim. (jp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zarqawi Desak Muslimin Iraq Hadapi Pasukan AS
Tulisan selanjutnya Tokoh Agama Desak Aparat Thailand Minta Maaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?