Hidayatullah.com–Badan Pertanahan Israel mengeluarkan pengumuman yang mengundang tawaran pembelian 50 kaveling tanah untuk pembangunan rumah keluarga di permukiman Elkana, lima kilometer di dalam wilayah Tepi Barat.
Situs web badan pertanahan itu memperlihatkan bahwa badan tersebut telah memasarkan 1.783 unit perumahan baru di Tepi Barat tahun 2004 dan 1.225 tahun 2003.
Pada suatu pertemuan puncak di peternakan Presiden Bush di Texas, AS, pekan lalu, Bush mendesak Sharon agar memenuhi kewajiban peta jalan soal permukiman dalam jumpa pers, yang berarti bahwa tidak ada perluasan permukiman.
Rencana perdamaian dukungan AS itu menyerukan Israel menghentikan kegiatan permukiman, termasuk ‘pertumbuhan alamiah’, istilah Negeri Zionis itu bahwa untuk pembangunan permukiman yang ada harus memenuhi kebutuhan peningkatan jumlah penduduk.
Pihak Palestina mengatakan, pembangunan di wilayah yang dicaplok Israel dalam perang Timur Tengah tahun 1967 bertujuan untuk menolak kemunculan negara Palestina seperti yang dibayangkan dalam peta jalan.
Bush mengangkat masalah permukiman setelah ada berita bahwa Israel akan membangun 3.500 rumah untuk para pemukim Yahudi di jalur sempit antara permukiman Maale Adumim, Tepi Barat, dan Jerusalem.
Sharon, yang akan memindahkan semua permukiman Yahudi dari Jalur Gaza musim panas ini, berjanji akan menitikberatkan blok permukiman di Tepi Barat berdasarkan kesepakatan damai mendatang dengan Palestina.
Pada pertemuan puncak itu, Bush menekankan sikapnya bahwa tidak realistik mengharapkan Israel mengembalikan semua wilayah pendudukan dalam persetujuan damai akhir. Sebanyak 225.000 warga Israel tinggal di 120 permukiman di Tepi Barat.
Pada bagian lain dilaporkan, Pemerintah Palestina bersedia untuk bekerja sama dengan Israel dalam hal penarikan pemukim Yahudi dari Jalur Gaza, namun tetap ingin mengetahui lebih banyak mengenai rencana Israel tersebut. Demikian pernyataan Presiden Palestina Mahmud Abbas kepada pers di Mesir, kemarin.
"Tetapi kita harus tahu di mana kita meletakkan kaki kita , apakah masih berada dalam jalur peta jalan dan apakah penarikan itu merupakan penarikan yang bersifat final," katanya lagi.
Sharon Terancam Digulingkan
Namun rencana penarikan pemukim Yahudi dari Jalur Gaza semakin memperuncing konflik di tubuh kabinet pimpinan Perdana Menteri (PM) Ariel Sharon. Rival politik Sharon yang menjabat sebagai menteri keuangan, Benyamin Netanyahu, kemarin secara terang-terangan mengatakan sedang membangun kekuatan untuk menggulingkan Sharon dari kursi PM jika dia nekat melakukan penarikan tersebut.
Netanyahu yang juga mantan PM itu akan memainkan isu kebijakan ekonominya untuk menekan Sharon. Konflik itu dipandang bukan hanya persaingan personal antara Sharon dan Netanyahu.
Belakangan, Sharon menentang semua usul penundaan penarikan. Namun, setelah Bassi mengeluarkan pendapatnya, Asaf Shariv, ajudan Sharon, mengatakan, dia (Sharon, Red) akan berpikir ulang. (ant/aljz/rtr)