Hidayatullah.com–Gempa bumi berkekuatan dahsyat menguncang perairan California bagian timur, Amerika Serikat, Rabu (15/6) pagi. Menurut US Geological Survey (USGS), gempa bumi tersebut tercatat berkekuatan 7 Skala Richter. USGS mengatakan gempa bumi yang terjadi pada pukul 19.50 waktu setempat di perairan barat berpusat di Samudera Pasifik dengan kedalaman 10 km itu sejauh ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Petugas pengawas darurat, para pejabat Amerika Serikat memperingatkan warga yang tinggal di sepanjang perairan barat Amerika mengenai kemungkinan terjadinya gelombang pasang tsunami setelah gempa dahsyat di laut. Peringatan tsunami ditujukan kepada warga yang tinggal di California, Oregon dan Washington.
Namun sampai berita ini diturunkan belum ada laporan terjadinya gelombang pasang tsunami. Bahkan seorang juru bicara petugas pelayanan darurat di California, Eric Lamoureux, mengatakan peringatan tsunami untuk wilayah bagian barat Amerika Serikat telah dicabut.
Menurutnya, peringatan dini tsunami yang dikeluarkan menyusul terjadinya gempa di perairan bagian utara California, hanya diberlakukan untuk jangka waktu pendek. "Resiko datangnya tsunami pada tahapan ini telah tidak ada," ujar Eric Lamoureux.
Menurut USGS di situs web-nya, gempa itu melanda daerah kepulauan Rat, bagian dari kepulauan Aleutian, 70 kilometer sebelah selatan pulau Semisopochnoi, Alaska.
Mega Tsunami
Beberapa bulan lalu para pakar Amerika memprediksikan akan adanya gelombang "mega tsunami" di negeri itu akibat dimulai dari pulau La Palma di gugusan kepulauan Kanari milik Spanyol di Samudra Atlantik.
Penyebabnya, pulau La Palma yang terdiri dari dua pulau yang kemudian menyatu, sebagian terancam longsor ke laut yang kemudian terjadi erupsi gunung api hebat.
Sebelumnya, pulau La Palma, sudah pernah terjadi erupsi gunung api Cumbre Vieja pada tahun 1949. Ketika itu, sebagian kawasan pulau La Palma menggelincír beberapa meter ke laut. Untung saja, longsorannya hanya sejauh beberapa meter, sebelum akhirnya berhenti tanpa menimbulkan kerusakan besar. Akan tetapi, penelitian yang dilakukan pakar tsunami Dr. Simon Day dari Universitas London dan rekannya Dr. Steven Ward dari Universitas California, menunjukan sesar besar yang membentang dari utara ke selatan di bagian barat La Palma, merupakan risiko ancaman bagi munculnya mega tsunami.
Yang akan menjadi terancam gelombang ‘mega tsunami’ ini, adalah seluruh kawasan pantai timur Amerika, dari kawasan New Foundland hingga kawasan pantai timur laut Brasil. Dalam waktu delapan jam setelah longsoran hebat di La Palma, gelombang tsunami setinggi 50 meter akan menghantam kawasan Florida dan Karibia. Sementara di kawasan timur laut Brasil, gelombang tsunaminya dapat mencapai ketinggian 40 meter. Di Eropa, tinggi gelombang tsunami hanya akan mencapai tiga sampai tujuh meter. Kawasan pantai Atlantik di Eropa masing-masing di Inggris, Perancis dan Spanyol, walaupun dilanda tsunami kecil, namun kerugiannya akan cukup besar. (rtr/afp/dwwd)