Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ketika Sahabat Zionis itu Dikudeta

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Agustus 2005 03:58
Bagikan
Bagikan

Jum’at, 5 Agustus 2005

Hidayatullah.com–Mauritania menyuguhkan pemandangan dramatis. Kelompok militer anti rezim Presiden Maaouyia Ould Taya berhasil mengambil alih kekuasaan negara Afrika di pesisir Samudera Atlantik ini, meskipun kelompok militer lain yang masih loyal kepada rezim totaliter itu sempat berusaha menggagalkan kudeta.

Kudeta itu terjadi ketika Presiden Maaouyia Ould Taya yang pro Barat dan bersahabat dengan para pemimpin Israel itu berkunjung ke Arab Saudi untuk menghadiri prosesi jenazah Raja Fahd bin Abd ul Aziz Rabu 3 Agustus. Militer berhasil menguasai penuh berbagai gedung dan instansi-instansi vital, termasuk stasiun radio dan televisi, memblokir  rute-rute penting, serta menutup bandara di Nouakchott, ibu kota Mauritania.

Melalui stasiun radio dan televisi, para pemimpin gerakan kudeta militer kemudian mengumumkan pembentukan "Dewan Militer untuk Keadilan dan Demokrasi" dengan janji akan membebaskan Mauritania dari cengkraman diktatorisme yang sudah berjalan dua dekade. Untuk ini, mereka memaklumkan masa transisi maksimal dua tahun untuk mempersiapkan pemilu yang jujur, bebas, dan adil.

Pengumuman ini disambut gembira oleh warga Mauritania dengan turun ke jalan-jalan sambil bersorak-sorai. Bunyi klakson terdengar sahut menyahut dari berbagai arah. Namun, berbeda dengan warga Mauritania yang merayakan keberhasilan kudeta itu, organisasi Uni Afrika, negara-negara Barat, dan AS segera melontarkan kecaman terhadap aksi kudeta tersebut. Sekjen PBB Kofi Annan juga turut mengutuk para pelaku kudeta.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden Maaouyia adalah perwira militer berpangkat kolonel yang berhasil memegang tampuk kekuasaan melalui kudeta tanpa pertumpahan darah pada tahun 1984. Selama 21 tahun terakhir, dia menjabat sebagai presiden melalui tiga pemilu yang konon banyak diwarnai kecurangan. Pada tahun 2003 dan 2004, setidaknya terjadi tiga kali upaya kudeta terhadapnya, tetapi gagal.

Sebagian pengamat menilai kebijakan Presiden Maaouyia telah banyak menimbulkan ketidak-puasan berbagai kalangan di Mauritania. Selain sering menyudutkan berbagai kelompok Islamis, presiden negara Muslim yang penduduknya tak sampai tiga juta orang itu juga giat menjalin hubungan dengan Rezim Zionis Israel. Hubungan itu terus diperluas meskipun masyarakat Mauritania sudah sering menentangnya melalui berbagai aksi demo.  

Sementara ini masih terlalu dini untuk memperkirakan bagaimana perkembangan situasi politik Mauritania nanti. Dugaan yang bisa dikemukakan hanyalah bahwa negara ini sulit untuk bisa aman dan stabil. Terutama karena banyak negara merasa kepentingan politiknya terusik dan tidak diuntungkan oleh peristiwa pengambilan alihan kekuasaan tidak melalui jalan damai tersebut. (irib)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kiai NU Kecam Masdar
Tulisan selanjutnya Al-Qaidah Ancam Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat

Berita
24 Oktober 2026 10:13
Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Terbaru

  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?