Selasa, 6 September 2005
Hidayatullah.com—Jumlah jamaah masjid di seluruh Inggris, menurut sebuah survey diestimasikan akan bertambah dua kali lipat menyalip jumlah pengunjung gereja di tahun 2040 kelak. Demikian sebuah penelitian terbaru yang dilakukan lembaga kajian Kristen seperti dikutip harian telegraph, Sabtu, (3/9) kemarin.
Menurut kajian itu, sampai tahun 2040, umat Islam yang shalat Jumaat di masjid di negeri Inggris akan bertambah dua kali lipat lebih banyak dibanding pengunjung gereja. Sebaliknya, gereja-gereja di negeri itu diprediksi akan tutup.
Menurut beberapa peneliti, pada tahun 2004 sekitar 930.000 umat Islam shalat di masjid sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu berbanding hanya 916.000 pengunjung tetap Gereja, terutama penganut Anglikan.
Meski Islam hari ini tengah mengalami cobaan tuduhan pasca bom London, namun, agama-agama non-Kristen, termasuk Islam, diprediksi naik hingga 15 persen, naik enam persen sejak 2001.
Berkembang
Komunitas Muslim Inggris merupakan komunitas terbesar ketiga di Eropa setelah Prancis dan Jerman. Sensus tahun 1991 menyebutkan, jumlah pemeluk agama Islam di Inggris mencapai angka 12-13 juta jiwa atau 2,6 persen hingga 3,2 persen total penduduk sebanyak 47 juta jiwa. Sebagian besar Muslim adalah pendatang atau imigran.
Imigrasi kaum Muslim pertama ke Inggris terjadi sekitar akhir abad 18 dan awal abad 19 lalu. Mereka merupakan para kelasi kapal dari negeri Muslim yang direkrut oleh East India Company (Perusahaan India Timur).
Usai pembukaan Terusan Suez tahun 1869 seiring makin meluasnya ekspansi kolonial Inggris, imigran meningkat ke negara tersebut dan membentuk komunitas-komunitas kecil dan pemukiman di kota Cardiff, South Shields (dekat pelabuhan semisal Newcastle), Liverpool dan juga ibukota London.
Meski hari ini, umat Islam Inggris sedang menghadapi cobaan di negeri itu, faktanya, Islam justru tambah berkembang pesat. (tlg/bh/hid/cha)