Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Tahanan Guantanamo Mogok Makan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2005 05:56
Bagikan
Bagikan

    

Jum’at, 16 September 2005

Hidayatullah.com—Ketidakjelasan hukum penahanan para tahanan di penjara Guantanamo ini sesungguhnya bukanlah hal baru. Dewasa ini, di penjara itu ditahan sekitar 500 orang, hampir seluruhnya tanpa tuduhan jelas.

Baru-baru ini, petugas Palang Merah dan beberapa orang pengacara hukum AS, yang diizinkan secara rutin mengunjungi para tahanan, melaporkan situasi yang dramatis di tempat itu.

Scott Sulivan dari kantor pengacara ‘Allen and Overy’ di New York, yang membela 11 orang klien warga Yaman mengatakan bahwa para pelaku mogok makan sebagian sudah menolak pemberian makanan maupun minuman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

 “Aksi mogok makan diorganisir sedemikian rupa, di mana tahanan bergabung untuk melakukan mogok makan pada waktu yang berbeda-beda. Dan dalam waktu yang berbeda-beda pula, para tahanan menolak pemberian minuman. Jadi, kami memiliki klien yang memulai aksi mogok makan tanggal 6 September, dan juga klien yang menolak minuman  sejak tanggal 9 September, “ ujar Sulivan sebagaimana dikutip kantor berita Irib.

Militer AS melaporkan, jumlah pelaku aksi mogok makan, hingga hari Rabu (14/9), sudah mencapai 128 orang atau lebih dari seperempat dari seluruh tahanan di Guantanamo.

Seorang Kapten Angkatan Laut  AS, John Adams melaporkan, “Dari tahanan yang mogok makan, saat ini 18 orang dirawat di rumah sakit kamp tahanan militer. Lima orang diantaranya diberi makanan melalu selang lewat hidung dan tiga diantaranya diberi infus.”

Aksi ini, merupakan aksi mogok makan yang kedua pada tahun ini di kamp tahanan militer Guantanamo. Aksi mogok makan pertama pada bulan Juni lalu berlangsung selama enam pekan, bertujuan memprotes kondisi di tahanan serta dugaan aksi penyiksaan oleh para sipir militer.

Aksi mogok makan kali ini, bertujuan menekan pemerintahan Amerika Serikat untuk segera mengakhiri status tanpa hukum di kamp militer Guantanamo. Dewasa ini, berbagai proses hukum sedang dibahas di pengadilan banding AS, dimana hendak dituntut kejelasan status hukum dari para tahanan. Militer AS berharap dapat menghentikan aksi mogok makan ini secepat mungkin.

“Hampir setiap hari dilakukan konsultasi di berbagai sel tahanan, dengan tujuan untuk menghentikan aksi tersebut. Kami berusaha keras agar para tahanan mau kembali makan, ” ujar Kapten John Adams.

Sebagian besar dari sekitar 500 tahanan, sudah ditahan di kamp militer AS Guantanamo, Kuba, sejak tiga tahun lalu tanpa tuntutan hukum apapun. Sejauh ini sekitar 200 tahanan sudah dibebaskan dan dipulangkan ke negara asalnya, atau dikirim ke negara ketiga, yang menyatakan bersedia menampung mereka. (dwwd)
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribut “Poligami” di Komisi I DPR RI
Tulisan selanjutnya Sikap Bijak Malaysia Soal Poligami

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?