Rabu, 21 September 2005
Hidayatullah.com–Menurut Syamsi Ali, tokoh Muslim AS dan pimpinan Islamic Center of New York, Senin, penonjolan istilah Islam moderat terkadang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah Islam.
"Jangan sampai ada yang memanfaatkan siatuasi dengan mempertajam perbedaan antara kelompok Islam moderat dan Islam radikal," kata Syamsi.
Islam moderat, katanya, memiliki makna keagamaan dan makna politis. Dalam makna keagamaan, Islam itu sendiri pada dasarnya memang agama yang moderat.
Namun jika Islam moderat dilihat dalam makna politis, dikhawatirkan memunculkan kesalahpahaman seolah-olah ada dua kubu di Islam yang saling berlawanan.
Islam moderat banyak dikemukakan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungannya ke New York pekan lalu, sebagai suatu langkah untuk mencegah aksi terorisme dan kekerasan di dunia.
Misalnya dalam forum dialog interfaith di New York, Presiden Yudhoyono menjelaskan bahwa sikap moderat Muslim yang merupakan mayoritas di Indonesia antara lain dibangun melalui dialog dan menjauhkan prasangka pada kelompok lain.
Menurut jurubicara kepresidenan Dino Patti Djalal, tema Islam moderat sering diangkat oleh Presiden Yudhoyono dalam pertemuanya dengan sejumlah kepala negara selama di New York.
Perdana Menteri Inggris Tony Blair ketika bertemu dengan Presiden Yudhoyono juga mendukung peran Indonesia untuk membawa suara Islam moderat.(ant)