Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Ancam Negara-negara Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 September 2005 02:07
Bagikan
Bagikan

Jum’at, 23 September 2005

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hidayatullah.com–Pernyataan ini disampaikan dalam parade militer menandai dimulainya “Minggu Pertahanan Suez”, peringatan berakhirnya perang Irak-Iran tahun 1980 yang dilangsungkan di tengah-tengah meningkatnya tekanan negara-negara Barat atas program nuklir Iran, Kamis (22/9).

Parade itu melibatkan ribuan pasukan dan sejumlah perlengkapan senjata termasuk enam rudal balistik Shahab-3 yang ditutupi spanduk bertuliskan “Mati AS”, “Kami akan hancurkan AS” dan “Israel harus dihancurkan dari muka bumi.” “Musuh-musuh kita mengetahui bahwa kita sangat serius mempertahankan keamanan kita,” ujar Ahmadinejad, yang juga veteran perang Irak-Iran selama delapan tahun.

“Kita menginginkan perdamaian, kestabilan, keadilan dan persamaan hak dalam hubungan internasional dengan negara-negara lain. Kita tidak akan melakukan apa pun atas kepentingan mereka,” ujarnya. “Kita menginginkan Teluk Persia sebagi teluk yang bersahabat dan setara,” ujar Ahmadinejad dalam pidatonya kepada para pejabat dan warga terkemuka dalam parade yang diselenggarakan di selatan ibukota dekat makam pemimpin revolusi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini yang juga disiarkan stasiun televisi negara.

Namun ia memperingatkan “jika seseorang ingin kembali menguji apa yang telah mereka uji sebelumnya, bara api negara Iran akan sangat menghancurkan dan dashyat.” “Dengan mengandalkan negara dan tentara kita, kita akan membuat para penyerbu akan menyesali perbuatannya,” peringati Ahmadinejad yang meminta tentara Iran “meningkatkan sistem kesiapan pertahanan” dan menyerukan perlunya “ekspansi industri pertahanan dan pemanfaatan teknologi terbaru.”

Parade yang diselenggarakan oleh pasukan elit Garda Revolusi itu bertepatan dengan drama diplomatik di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina dimana AS dan negara-negara Uni Eropa mendesak agar masalah Iran dibawa ke Dewan Keamanan PBB.

Ketegangan meningkat pada Agustus lalu setelah Iran menolak tuntutan Inggris, Prancis dan Jerman membatalkan program pengayaan sebagai imbalan diberikannya intensif. Iran juga mengakhiri pembekuan pengayaan yang terkait dengan konversi uranium yang merupakan langkah pertama pengayaan uranium yang bisa menjadi bahan bakar reaktor nuklir atau material untuk membuat bom atom.

Mengendor

Sementara itu Pemerintah George W Bush di AS menunda upaya menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya melalui sanksi PBB. Alasan Bush karena AS kekurangan dukungan untuk menghukum Teheran atas program nuklirnya. Uni Eropa (EU) juga memutuskan mengurangi tekanan terhadap Teheran untuk isu ini.

Mayoritas badan pengamat nuklir PBB siap menyerahkan masalah tersebut ke Dewan Keamanan (DK) PBB tapi resolusi AS harus mendapatkan kekuatan veto Rusia dan China yang menentang sanksi terhadap Iran. Menurut Kemenlu Rusia Rabu (21/9), menyerahkan isu ini ke DK tidak akan mencapai solusi bagi problema Iran melalui cara diplomatis dan politis.

Para pejabat AS menjelaskan tidak ada negara mendukung Iran untuk menghasilkan senjata nuklir tapi AS tak mampu mencapai persetujuan umum untuk mencoba menghukum Iran dan mendorong Teheran kembali ke meja perundingan dengan Uni Eropa. “Tujuan kami adalah membangun kemungkinan konsensus lebih luas,” kata jubir Deplu AS Adam Ereli.

Kendati begitu ancaman terhadap Iran belum ditarik dan masih menjadi pertanyaan untuk kemungkinan sanksi terhadap Teheran. Dua minggu lalu, Menlu AS Condolezza Rice mendesak Rusia, China, India dan beberapa negara lain untuk bergabung dalam “pesan bersatu” bagi Iran agar negara Islam tersebut menghentikan program nuklirnya. (ap/afp/sib)
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Harus Tetap Hati-Hati Kedepankan Islam Moderat
Tulisan selanjutnya Basra Boikot Tentara Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Jihad Santri di Era Modern
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Terbaru

  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?