Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden dan Oposisi Yaman Sepakat Usulan GCC

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 18 Mei 2011 20:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Yaman dan oposisi sepakat untuk menandatangani kesepakatan mundur Ali Abdullah Saleh dari jabatannya, demikian dilaporkan Alarabiya, Rabu (18/5) dari Sanaa.

Gulf Cooperation Council (GCC) sebagai penengah konflik di Yaman kembali mengusulkan supaya Saleh mundur dalam waktu 30 hari.

Seorang pembantu Presiden Saleh melaporkan bahwa penandatanganan kesepakatan dilakukan pada hari Rabu.

Menurut Yahya Abu Asbaa, tidak ada kendala berarti yang akan menggagalkan rencana itu, walaupun sebelumnya berkali-kali usulan GCC batal ditandatangani.

Pengumuman itu disampaikan setelah Sekretaris Jenderal GCC Abdul Latif Zayani kembali ke ibukota Yaman pada hari Sabtu lalu untuk melakukan kunjungan tiga hari, dalam rangka menyegarkan kembali usulan penyelesaian konflik Yaman oleh negara-negara Teluk.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun Presiden Ali Abdullah Saleh berulang kali menyatakan setuju dengan inisiatif GCC, tapi berulang kali pula ia menegaskan hanya akan mundur pada tahun 2013, atau saat masa jabatannya berakhir.

Namun menurut laporan AFP, pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden Obama yang menjadi sekutu dekat Saleh hari Kamis pekan lalu menghubungi presiden Yaman itu dan mendesaknya untuk segera menandatangani kesepakatan mundur.

Usulan GCC–minus dukungan Qatar yang menarik diri dari inisiatif itu–mengusulkan pembentukan pemerintahan persatuan nasional  di mana Saleh akan menyerahkan kekuasaannya kepada Wakil Presiden Abdu Rabu Mansour Hadi, dan mengajukan permohonan pengunduran diri ke parlemen dalam waktu 30 hari. Setelah itu, dalam waktu 2 bulan akan digelar pemilihan presiden. Sebagai balasannya, Saleh dan para pejabat tingginya diberikan imunitas dari tuntutan hukum.

Sedikitnya 180 orang tewas dalam aksi unjuk rasa yang menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh dari jabatannya sebagai presiden Yaman itu pecah pada akhir bulan Januari lalu.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polri Bantah Barang Bukti Buku Jihad untuk Kriminalisasi Islam
Tulisan selanjutnya Indonesia Tunggu Arab Saudi Soal Tambahan Kuota Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?