Hidayatullah.com–Presiden AS George W. Bush melambaikan tangan, Rabu (11/06), saat berpamitan sebelum tinggal landas dari bandara Tegel di Berlin. Meski Bush jabatannya baru berakhir tahun depan, lambaian ini mungkin lambaian tangan terakhirnya sebagai presiden dengan pemimpin Eropa.
Lawatan perpisahan Presiden Amerika Serikat George W. Bush di Jerman diwarnai suasana persahabatan. Di wisma kenegaraan di Meseberg, dekat Berlin, Kanselir Jerman Angela Merkel menjamu Bush. Agenda pembicaraan Merkel dan Bush antara lain masalah politik dunia, mulai dari krisis bahan pangan, perubahan iklim, hingga konflik di Timur Tengah.
Kedua pemimpin negara juga berencana untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran agar program atomnya dihentikan dan Bush tidak menutup adanya peluang lain.
"Semua pilihan sudah berada di atas meja. Pilihan pertama saya adalah untuk menyelesaikannya secara diplomatis, dan caranya adalah berbicara dengan para mitra. Itulah yang akan kami lakukan. Pesan kepada pemerintah Iran sangat jelas. Ada cara yang lebih baik ketimbang melakukan isolasi, yaitu mereka menghentikan program atomnya,“ jelas Bush.
Sebuah pertanyaan dilontarkan kepada Bush. Apakah dirinya pernah menyesali tindakan untuk menyerang Irak? Jawabannya, "Saya sama sekali tidak menyesalinya. Dunia tanpa Saddam Husein adalah dunia yang lebih aman. Apakah ada tindakan lain? Memang tidak ada pilihan lain. Tapi saya sebenarnya dapat menggunakan retorika yang lebih baik, ketika upaya diplomasi di Irak sudah jenuh dan perang tidak dapat dihindari lagi. Tapi keputusan untuk melenyapkan Saddam Hussein sudah benar,” ujarnya
Paling Berbahaya
Sementara Bush, menganggap pilihannya benar, baru-baru ini, Professor John Swomley, pengajar Etika Kristen di Sekolah Teologi Saint Paul, Kansas, pernah mengatakan, Bush adalah pemimpin paling berbahaya.
Sebuah polling yang dilansir oleh harian The Guardian menyimpulkan bahwa Bush adalah pemimpin paling dibenci masyarakat dunia. Dalam polling itu, mayoritas responden menyatakan bahwa George Bush adalah tokoh paling berbahaya bagi keamanan dunia ketimbang pemimpin Korea Utara dan Iran, dua negara yang dianggap Bush sebagai poros setan di dunia. [cha/dwwd/hidayatullah.com]