Hidayatullah.com– Jaguars, tim basket pertama di Arab Saudi yang didirikan oleh Lina Almeena, sekarang menjadi Jeddah United Sports, yang telah berhasil menjadi juara di beberapa turnamen.
Dr. Ali Abbas Al-Hakimi, anggota Badan Ulama Senior, mengatakan baru-baru ini bahwa olahraga bagi perempuan bukan hanya boleh, tapi juga merupakan kebutuhan menurut syariah.
Pernyataan Al-Hakimi itu muncul di tengah kontroversi seputar isu klub olahraga yang beranggotakan semuanya perempuan, yang beberapa waktu lalu direkomendasikan oleh Dewan Syura agar dibentuk.
“Tak ada yang bisa menghentikan membuat klub olahraga wanita selama tidak terdapat hal-hal yang dilarang oleh syariah, seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan, menampakkan apa yang seharusnya tidak boleh ditampakkan, dan hal-hal lain yang dilarang syariah,” demikian kata Al-Halimi, sebagaimana yang diberitakan Saudi Gazette.
Dalam pernyataan sebelumnya, Sheikh Abdullah Bin Suleiman Al-Manee, yang juga anggota Badan Ulama Senior, juga mengatakan bahwa diperbolehkan bagi wanita untuk berolahraga selama mematuhi aturan syariah.
“Ini merupakan sebuah perkembangan yang bisa diterima. Olahraga bagi wanita merupakan kebutuhan, bukan lagi sekedar pilihan. Sudah lama dunia melihat, wanita Saudi sebagai wanita yang tidak memiliki identitas. Wanita hanya sebagian dari komunitas dan tidak mewakili masyarakat,” kata Almeena kepada Saudi Gazette. “Olahraga adalah alat pemersatu di dunia. Peradaban diukur dari prestasi olahraga. Sekarang ini adalah era medali emas dan itu yang mewakili suatu negara,” katanya.
“Saya menyadari ada masalah-masalah kesehatan di masyarakat Saudi,” kata Almeena menjelaskan tujuan dari Jeddah United Sports (JUS).
“Malangnya kita mempunyai tingkat obesitas, diabetes (satu dari empat anak menderita diabetes), dan sesuatu yang berhubungan dengan masalah kesehatan, seperti jantung, kolesterol, osteoporosis (80-90% penderitanya wanita) yang sangat ringgi. Hanya karena kurang olahraga, padahal Arab Saudi memiliki sinar matahari yang banyak. Dan wanita juga menderita depresi,” tambahnya.
Almeena yang mempunyai gelar master psikologi dari American University di London, mengatakan, tesisnya di tahun 2005 membahas khusus tentang wanita, tentang body dismorphic disorders (BDD), yaitu bagaimana wanita memiliki interpretasi yang keliru terhadap tubuh mereka karena tekanan dari media dan masyarakat, seperti perasaan jika mereka belum menikah hingga batas usia tertentu saat dianggap sudah tua.
Studi semacam itu adalah studi yang pertama ada, setidaknya di Arab Saudi. Studi itu memantau tingkat BDD di Kerajaan Arab Saudi. Almeena menerangkan dalam thesis-nya bahwa olahraga teratur merupakan anti-depresi bagi wanita yang banyak terkena stres mental dan psikologis.
Ia menegaskan bahwa olahraga merupakan anti-depresan nomor satu bagi wanita khususnya, dan juga bagi pria dan remaja.
Orang yang menderita BDD tidak hanya merasa tidak nyaman, tapi juga memiliki rasa ketidakberdayaan. Wanita atau pria yang seperti itu tidak dapat beraktivitas dengan baik. Penyakit itu merupakan penyakit tak kentara.
Tak ada orang yang tahu, apakah seseorang di dekatnya menderita BDD. Penyakit itu merupakan penyakit yang merusak diri sendiri. Menurut Almeena, Michael Jackson adalah salah satu penderitanya.
Almeena mengatakan, hampir 10% wanita Saudi menderita BDD karena stres sosial. Di Itali jumlah penderitanya sekitar 4%, di Turki 5%, dan di Amerika Serikat 2%.
Almenaa menyayangkan interpretasi orang yang keliru atas agama dan hubungannya dengan olahraga. Ia mengingatkan, dalam Islam wanita juga berolahraga, misalnya seperti menunggang kuda, yang merupakan salah satu olahraga yang ada pada zaman dulu.
Ditanya mengenai kesulitan dalam berolahraga karena pakaian yang harus sesuai dengan tuntutan syariah, ia mengatakan tidak ada masalah, “kecuali terasa sedikit lebih panas.” Almeena bercerita tentang Hakeem Olajuwon yang ketika itu sedang menggalang dana untuk komunitas Muslim di Albuquerque, New Mexico. Ia ditanya mengapa penampilan terbaiknya di NBA dulu adalah ketika ia berpuasa di bulan Ramadhan. Ia menjawab itu karena kekuatan puasa.
“Itu sama halnya dengan pakaian kita. Kita merasa sedikit agak panas, tapi itu bukanlah faktor yang mempengaruhi permainan atau penampilan kita. Hanya sebuah keadaan yang merupakan kebiasaan bagi seseorang,” katanya menjelaskan.
Olajuwon adalah bintang Houston Rockets yang selalu memimpin dalam perolehan point, rebounds, steals, dan blocked shots. Dulu ia memakai kostum No. 34 dan pensiun pada tahun 2002 setelah berkarier selama 18 tahun.
Selama musim turnamen NBA, Olajuwon selalu berpuasa di bulan Ramadhan. Ia bangun sebelum fajar dan makan tidak lebih dan tidak kurang 7 butir kurma dan minum air putih 1 galon. Setelah itu ia shalat mohon doa agar diberi kekuatan dan tidak makan atau minum hingga terbenam matahari.
Jika ia bermain di pertandingan sore hari, ia pasti kehausan, tapi tetap ia tidak minum walau setetes. Meskipun demikian ia berkata, “Saya merasa badan saya penuh tenaga, meledak. Dan ketika saya berbuka saat matahari tenggelam, air itu rasanya sangat sangat berharga.” Almeena mengatakan, JUS baru saja berkolaborasi dengan WNBA (Women’s National Basketball Association) dan NBA (National Basketball Association) dari Amerika, dan komunitas bola basket Yordania, untuk mendapatkan pengalaman dan membangun kerjasama.
Dua pelatih datang dari WNBA pada Juli 2008 atas kerjasama dengan Konsulat AS dan Friends of Jeddah Parks. Mereka berharap bisa datang lagi di bulan September. Dan direncanakan juga akan mendatangkan Karim Abdul Jabbar dan Hakeem Olajuwon.
JUS telah memenangkan banyak piala di Jeddah. “Tahun 2007 adalah tahun kejayaan bagi kami. Kami memenangkan 3 kejuaraan. Juara pertama Free Basketball, juara pertama di the women’s health awareness of Gold’s Gym, dan juga pada Princess Sawzyia tournament,” kata Almaeena.
Tahun ini JUS menjadi juara pertama di Cedar International School Tournament.
Tim ini juga telah merasakan pengalaman bermain melawan tim internasional dari American University of Sharjah (AUS) pada Mei 2007, dan Aramex, tim perusahaan kargo terbesar ke lima di dunia yang merupakan perusahaan dari Yordania dan berbasis di Amman.
Pada April tahun ini, JUS telah bermain melawan Al-Riyadiah Aramex, dan Shabab Al-Urdo, sebuah tim independen yang terdiri dari pemain-pemain nasional.
Menurut laporan surat kabar berbahasa Arab Al-Riyadh, Puteri Adela, puteri dari Pelayan Dua Kota Suci Raja Abdullah, bulan lalu meminta agar program pendidikan fisik dan olahraga untuk siswa puteri di sekolah-sekolah umum kerajaan diperkenalkan secepat mungkin.
“Sangat penting untuk memperkenalkan olahraga bagi para siswi di sekolah secara serius, setelah mengajarkan Islam kepada mereka.” Demikian dikutip Al-Riyadh ketika Puteri Adela berbicara saat membuka program kesehatan di distrik Faisaleyyah di Riyadh.
Ia mengatakan, pengenalan program olahraga sangat penting untuk mengendalikan obesitas dan mencegah penyakit di kalangan wanita.
Selama berlangsungnya Abha Cultural Forum Juli tahun lalu, para ulama menekankan perlunya membuka klub olahraga bagi wanita dan mengembangkan keterampilan mereka.
“Namun demikian, wanita harus berhati-hati bahwa mereka tidak boleh melanggar aturan agama selagi melakukan aktivitas olahraga,” kata Muhammad Al-Oraify, seorang da’i, yang membaca fatwa mengenai keikutsertaan wanita dalam klub olahraga khusus dalam kaitan dengan hukum syariah yang membolehkan aktivitas fisik. Ghazi Al-Shammari, seorang da’i lainnya, mendukung Al-Oraify. [di/sg/hidayatullah.com]