Hidayatullah.com–Sebuah koalisi kelompok hak-hak sipil dan perkumpulan profesional mengaku kecewa keputusan University of California, Irvine (UC Irvine) yang melarang Persatuan Mahasiswa Muslim yang dianggap mengganggu pidato seorang Duta Besar Israel di kampus itu beberapa bulan lalu.
Lima belas kelompok HAM dari seluruh negara – meliputi the Asian Law Caucus, Afghan-American Bar Association, Arab Anti-Discrimination Committee, South Asian Bar Association — Northern California and National Lawyers Guild—mendesak pejabat UCI menangguhkan keputusannya tersebut.
“Mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melarang grup ini akan mengajukan surat resmi UCI sebagai kampus yang melanggar hak konstitusional mahasiswa, dan akan memiliki dampak negatif yang akan bergema di seluruh negeri,” demikian menurut surat yang ditandatangani oleh kelompok ini dan dikirim ke kantor rektorat akhir minggu lalu.
Menurut kelompok HAM ini, keputusan UCI melarang organisasi muslim kampus itu hanya akan mengancam hak konstitusi seluruh rakyat AS untuk berekspresi dan berorganisasi. Selain itu, kebijakan itu dinilai tak adil dan sangat berbahaya.
Bela Yahudi
Federasi Yahudi telah memperoleh dokumen dari universitas melalui Undang-Undang Kebebasan Informasi dan dirilis bulan lalu informasi tentang suspensi serikat muslim. Banyak kelompok Yahudi lokal memuji tindakan universitas menyebutkan bahwa perilaku siswa mengabaikan wacana sipil dan kebijakan sekolah.
Federasi Yahudi sudah mendapatkan dokumen dari universitas melalui Undang-Undang Kebebasan Informasi dan dirilis bulan yang lalu tentang keputusan pelarangan Persatuan Mahasiswa Muslim. Bahkan banyak kelompok lokal Yahudi memuji tindakan universitas yang menyebutkan bahwa kelakuan organisasi mahasiswa muslim itu dianggap telah menginjak-injak kebijakan sekolah.
Sementara kelompok advokasi muslim, mengatakan skorsing pihak universitas hanya akan menghilangkan siswa muslim dari sumber daya kampus yang kritis.
Sebagaimana diketahui, UCI menghentikan kegiatan organisasi Persatuan Mahasiswa Muslim di kampus tersebut selama satu tahun, terkait insiden yang terjadi saat Duta Besar Israel untuk AS, Michael Oren memberikan ceramahnya di universitas itu bulan Februari lalu.
Kala itu, sejumlah mahasiswa menginterupsi Oren yang sedang memberikan ceramah tentang hubungan AS-Israel. Sekelompok mahasiswa meneriakan kata-kata, “Michael Oren, mempropagandakan pembunuhan bukanlah ekspresi kebebasan berbicara!”. Nampaknya, Oren yang merasa terganggu dengan tindakan mereka, sempat menghentikan ceramahnya beberapa menit.
Setelah insiden tersebut, aparat keamanan kampus menangkap 11 mahasiswa dari UC Irvine dan UC Riverside karena dianggap telah mengganggu jalannya acara untuk umum. Aparat menuding para mahasiswa itu dikoordinasi oleh Persatuan Mahasiswa Muslim untuk membuat onar dalam acara ceramah Oren. Namun pihak Persatuan Mahasiswa Musli membantah tudingan tersebut dan mengatakan bahwa interupsi dilakukan atas tanggung jawab individu-individu yang bersangkutan.
Anti Semit
Selama ini, organisasi Yahudi bernama Anti-Defamation League (ADL), yang berpusat di Amerika Serikat, akan melakukan cap “anti-Semit” dan tekanan pada orang atau kelompok yang dinilai merugikan Yahudi.
26 Juli 2010 lalu misalnya, ADL sempat memberi cap “anti-Semit” pada pembuat film Oliver Stone karena komentarnya di The Sunday Times of London dinilai merugikan Yahudi.
Tekanan Yahudi itu tak urung membuat Oliver meminta maaf pada Senin tengah malam, 26 Juli 2010.
Selama ini, cap “anti-Semit” merupakan hal paling ditakuti di Amerika. Sayangnya, publik Amerika tak melakukan hal sama ketika agama lain, termasuk Islam, diperlakukan tak adil atau dilecehkan. [msnbc/lat/cha/hidayatullah.com]