Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Markas Diserang, 14 Pasukan Perdamaian PBB di Kongo Terbunuh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Desember 2017 08:32 8:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Desember 2017 08:32
Bagikan
Pasukan Perdamaian PBB di Kongo
Bagikan

Hidayatullah.com—Tidak kurang  14 pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kongo meninggal dan lebih dari 53 orang lain terluka setelah pangkalan mereka diserang kelompok gerilyawan Kamis, (07/12/2017) waktu setempat.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan serangan yang terjadi di sebelah timur Republik Demokrasi Kongo dan menargetkan tentara asal Tanzania adalah kasus terburuk dalam sejarah dan dianggap sebagai bentuk kejahatan perang.

Kepala Misi PBB di Kongo, Maman Sidikou mengatakan, Misi akan mengambil tindakan, termasuk menyeret pelaku ke pengadilan.

“Serangan terhadap orang-orang yang bekerja dalam pelayanan perdamaian dan stabilitas di Republik Demokratik Kongo adalah tindakan pengecut dan merupakan pelanggaran serius,” kata Maman Sidikou, Wakil Khusus Sekretaris-Jenderal PBB di Negara itu kepada CNN, Jumat (08/12/2017). Misi PBB akan mengambil semua tindakan guna memastikan para pelaku yang bertanggung jawab dan diseret ke pengadilan.

Baca: PBB Beberkan Nama Negara Asal Anggota Pasukan Perdamaian Pelaku Pelecehan

Jean-Pierre Lacroix, Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Penjaga Perdamaian, menulis di akun twitternya @Lacroix_UN, PBB telah menambah pasukan bantuan menuju tempat kejadian, termasuk mengirim tim evakuasi medis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Antonio Guterres menyampaikan rasa marah dan simpati kepada keluarga korban yang meninggal.

“Saya ingin mengungkapkan kemarahan dan kehancuran hati saya pada serangan semalam,” kata Guterres kepada wartawan di markas PBB di New York, dikutip Reuters, Sabtu (9/12/2017).

Sementara tiga penjaga perdamaian lainnya hilang setelah baku tembak yang terjadi selama tiga jam dan terjadi pada Kamis 8 Desember malam waktu setempat. Hal tersebut disampaikan oleh Ian Sinclair, direktur Pusat Operasi dan Krisis PBB.

PBB menengarai Pasukan Demokrasi Sekutu (Allied Democratic Forces/ADF), yang berbasis di Uganda sebagai kelompok yang bertanggungjawab atas peristiwa  penyerangan markas Misi Perdamaian PBB di Kongo (MONUSCO) di Kota Semuliki.

Pasukan operasi penjaga perdamaian terbesar di PBB ini telah beroperasi sejak 2010.

Kelompok milisi bersaing mengendalikan bagian-bagian Kongo timur yang kaya akan mineral hampir satu setengah dekade setelah berakhirnya perang 1998-2003 yang menewaskan jutaan orang, yang sebagian besar meninggal karena kelaparan dan penyakit.

Di daerah ini sering terjadi konflik yang kabarnya dipicu oleh kekayaan cadangan mineral di bagian timur — khususnya emas dan mineral– yang digunakan dalam produk elektronik.

Beberapa milisi bersenjata berjuang untuk menguasai lahan kaya mineral di Kivu Utara dan sering bentrok dengan tentara Kongo dan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Awal pekan ini, badan-badan bantuan mengatakan bahwa konflik telah memaksa 1,7 juta orang di Republik Demokratik Kongo untuk meninggalkan rumah mereka tahun ini.

Baca: PBB Akan Repatriasi Pasukan Perdamaian Pelaku Kejahatan Seksual

Direktur Dewan Pengungsi Norwegia di Kongo, Ulrika Blom, menggambarkan situasi tersebut sebagai “sebuah mega-krisis”.

Sebanyak 61 orang yang bekerja untuk PBB tewas sepanjang tahun 2014,  meningkat dari 58 orang tahun 2013 dan 37 orang tahun 2012. Korban  termasuk tentara penjaga perdamaian, 16 orang sipil, sembilan kontraktor dan tiga konsultan.

Sejumlah pegawai dan orang-orang terkait misi PBB lainnya juga ditahan, disandera dan diculik tahun lalu, kata serikat itu. Presiden serikat itu, Ian Richards, minggu lalu mendesak Majelis Umum PBB agar berbuat lebih banyak guna melindungi pegawainya yang menghadapi bahaya yang semakin besar.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ADFKongoMaman SidikouMONUSCOPasukan Demokrasi Sekutupasukan perdamaianPBBPerserikatan Bangsa-BangsaTanzania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seluruh Dunia Bereaksi Menolak Keputusan Donald Trump soal Baitul Maqdis
Tulisan selanjutnya Silatnas LPBKI-MUI, Tingkatkan Produktivitas dan Kualitas Konten Keislaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?