Hidayatullah.com –Perdana Menteri Palestina di Ramallah Salam Fayyad hari Rabu (1/12) mengecam partisipasi para pejabat Gereja Ortodoks Yunani dalam sebuah acara pembukaan sebuah jalan Israel di Tepi Barat.
Acara yang digelar hari Selasa itu mendapat celaan dari asosiasi Ortodoks Arab di Palestina dan Yordania yang mengatakan, partisipasi dalam acara penegasan kendali Israel atas wilayah Tepi Barat itu merupakan “perilaku arogan yang melukai hak-hak rakyat Palestina yang tidak dapat diabaikan.”
“Pada saat pemerintah Palestina terus memberikan aneka dukungan pada kerja gereja,” kata Fayyad, maka adalah tindakan keliru berpartisipasi dalam perayaan itu.
Kerjasama gereja dalam acara tersebut merupakan sebuah “langkah menutup-nutupi agresi yang dilakukan oleh tentara penjajahan Israel atas tanah-tanah Palestina dan bertujuan menyabotase upaya-upaya pemerintah Palestina merehabilitasi dan merenovasi berbagai infrastruktur di daerah tersebut yang menjadi tanda bagian dari negara yang akan diwujudkan,” tambahnya.
Beberapa waktu terakhir pemerintah Palestina terus menunjukkan hubungan baik dan dukungannya kepada umat Kristen Palestina. Presiden Mahmoud Abbas mengunjungi Gereja Kelahiran (Nativity Church) yang sedang direnovasi dan Ismail Haniyah menyatakan bahwa umat Kristen di sana juga sama menderitanya dengan rakyat Palestina lainnya.
Namun empati tersebut rupanya tidak ditanggapi baik oleh otoritas gereja.
Bukan sekali ini Gereja Ortodoks Yunani menunjukkan keberpihakannya kepada Zionis Yahudi Israel. Sebagaimana diketahui, sejak tahun 1951 mereka menyewakan tanah kepada agen pemukim Yahudi untuk masa 99 tahun dan terus diperpanjang. Sebagai imbalannya, gereja mendapatkan uang puluhan juta dolar. Baca berita sebelumnya Israel Lobi Gereja Yunani Perpanjang Sewa Tanah Yerusalem.
Acara pembukaan jalan oleh Israel dilakukan beberapa hari setelah Zionis merusak jalan yang baru diperbaiki menuju ke desa Qarawa Bani Hassan. Tindakan itu, kata Fayyad, merupakan upaya konsolidasi penjajahan Israel.[di/maan/ hidayatullah.com]